Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi Mulai Senin Depan

Reporter: Dwi Aditya Putra - 24 Jun 2022 12:11 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Uji coba penjualan dan pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau NIK rencananya akan berlangsung pada Senin (27/6/2022).
tirto.id - Pemerintah mulai melakukan uji coba penjualan dan pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukan Nomor Induk Kependudukan(NIK). Sosialisasi akan berlangsung pada Senin (27/6/2022) hingga dua minggu ke depan.

"Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin 27 Juni 2022 dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan dengan harga eceran tertinggi (HET)," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resmi, Jumat (24/6/2022).

Pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen akan dibatasi. Maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per hari. Luhut menjamin masyarakat bisa membeli dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Minyak goreng curah dengan harga tersebut bisa diperoleh di penjual dan pengecer terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0. Kemudian masyarakat juga bisa membeli melalui pelaku usaha jasa logistik dan eceran (PUJLE) yaitu warung pangan dan gurih.

Dia menjelaskan pemerintah melakukan upaya perubahan sistem untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh masyarakat. Diharapkan dengan aplikasi PeduliLindungi menjadi alat untuk memantau dan mengawasi, sehingga bisa memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat serta meminimalisir kelangkaan akibat kenaikan harga minyak goreng.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya merespon sengkarut harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Luhut mengklaim langkah itu berbuah manis, terlihat harga minyak goreng curah di beberapa daerah mulai turun. Lalu dia juga terus mewanti-wanti agar pengawasan terkait distribusi terus dilakukan.

"Saya ingin nantinya distribusi bisa dipastikan berjalan hingga ke level terbawah. Jangan sampai ada daerah yang tidak mendapatkan minyak goreng curah rakyat di bawah kebutuhannya. Tapi ini semua masih akan membutuhkan waktu," bebernya.

Memastikan masa sosialisasi dan transisi berjalan maksimal, Luhut membentuk task force. Nantinya, sistem ini akan menyebarluaskan informasi terkait transisi sistem baru kepada masyarakat, serta menyediakan berbagai saluran informasi, sehingga bisa melayani pertanyaan dan keluhan yang muncul dari masyarakat terkait pembelian minyak goreng curah.

Dia menuturkan masyarakat dapat mengakses informasi terkait sosialisasi penjualan dan pembelian minyak goreng curah melalui kanal media sosial yang akan disiapkan. Rencananya kata Luhut pada Senin (27/6/2022) pekan depan masyarakat bisa mengakses melalui kanal resmi media sosial instagram @minyakita.id dan juga website linktr.ee/minyakita.

"Ini merupakan upaya bersama dari Kementerian dan Lembaga terkait untuk mengurai masalah terkait minyak goreng. Pada tahap awal tentu akan membutuhkan penyesuaian, tapi saya yakin masyarakat pasti bisa cepat beradaptasi dengan sistem baru ini, karena tujuannya adalah untuk kebaikan bersama," pungkasnya.




Baca juga artikel terkait PEDULILINDUNGI atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight