Menuju konten utama

BCA Umumkan Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun

Periode shares buyback dimulai sejak 22 Oktober 2025 sampai 19 Januari 2026.

BCA Umumkan Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 akan berada di kisaran 5-5,4 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mengumumkan bakal melakukan pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Adapun, aksi korporasi ini akan dimulai sejak 22 Oktober 2025-19 Januari 2026, terhitung sejak tanggal keterbukaan informasi pada Senin (20/10/2025).

“Periode shares buyback dimulai sejak 22 Oktober 2025 sampai 19 Januari 2026, yaitu maksimum selama periode 3 bulan terhitung sejak tanggal Keterbukaan Informasi pada tanggal 20 Oktober 2025, kecuali diakhiri lebih cepat oleh Perseroan sebelum 19 Januari 2026 dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal III, secara daring, Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut Hera menjelaskan, pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa ini dilakukan dalam rangka mendukung stabilitas harga saham di pasar domestik. Ia pun memastikan, aksi korporasi ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan, karena dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan/ketentuan yang berlaku.

“Mengacu pada POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) Nomor 13 Tahun 2023, maka pekerja BCA dilarang melakukan transaksi saham BCA selama periode buyback oleh BCA. Demikian informasi aksi korporasi yang akan dilakukan oleh BCA dan sudah berkoordinasi dengan otoritas terkait,” tegas Hera.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama BCA juga menyampaikan kinerja keuangan perusahaan hingga sembilan pertama 2025, di mana hingga akhir September 2025 perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp43,4 triliun atau tumbuh 5,7 persen.

Sejalan dengan itu, kenaikan total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun bank dengan kode saham BBCA ini naik 7,0 persen (yoy) yang ditopang pertumbuhan dana murah atau CASA sebagai pendanaan inti BCA.

Tidak hanya itu, secara total penyaluran kredit tumbuh sebesar 7,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp944 triliun per September 2025.

“Terjaganya penyaluran kredit BCA di berbagai segmen dan sektor hingga September 2025 mencerminkan komitmen kami mendukung pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Direktur Utama BCA, Hendra Lembong, dalam kesempatan yang sama.

Baca juga artikel terkait BCA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra