tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membantah isu kebocoran data nasabah yang ramai beredar di media sosial. Isu tersebut sebelumnya mencuat setelah akun X bernama Hackmanac (@H4ckmanac) mengklaim bahwa kelompok peretas dengan alias COMMUNISM berhasil membobol basis data BCA berisi 20 juta data nasabah, termasuk nomor rekening, alamat, nomor identitas, hingga NPWP.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“BCA memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA dan data nasabah tetap aman,” tegas Hera dalam keterangan resmi, Kamis (18/9/2025)
Hera menambahkan, BCA telah menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis serta mitigasi risiko untuk melindungi data dan transaksi digital nasabah. Bank juga mengimbau agar nasabah selalu berhati-hati terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan BCA.
“Jangan pernah bagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP), dan PIN kepada siapa pun. Nasabah juga diharapkan rutin mengubah PIN dan password secara berkala,” kata Hera.
Sebagai informasi, selain menulis bahwa database yang diklaim bocor berisi 20 juta pengguna dengan rincian data pribadi lengkap, unggahan akun @H4ckmanac juga menampilkan tangkapan layar forum gelap yang memperlihatkan logo BCA serta sederet data yang disebut sebagai hasil peretasan.
Namun BCA menegaskan, informasi dan gambar itu palsu dan hanya menyesatkan publik. Perseroan mengimbau nasabah yang membutuhkan informasi resmi untuk menghubungi Halo BCA melalui 1500888, aplikasi haloBCA, WhatsApp 08111500998, akun X resmi @HaloBCA, webchat www.bca.co.id, atau email halobca@bca.co.id .
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































