Menuju konten utama

Banjir di Solok Sebabkan 1000 Rumah Terendam & 1 Jembatan Roboh

Banjir tersebut menerjang beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Barat, antara lain, Kabupaten Solok Selatan, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo.

Banjir di Solok Sebabkan 1000 Rumah Terendam & 1 Jembatan Roboh
Banjir di Kampung Tarandam, Kecamata Sungai Pagu, Kab. Solok Selatan, Jumat 13/12/2019. foto/humas BNPB

tirto.id - Akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat satu jembatan roboh, serta kurang lebih 1000 rumah terendam air ketinggian antara 30 hingga 120 sentimeter, Jumat (13/12/2019).

Agus Wibowo, Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan pada hari ini Jumat, (13/12/2019) jam 05.00 WIB di wilayah Solok Selatan terjadi banjir bandang lagi. Sebelumnya Solok Selatan juga diterjang banjir bandang pada (20/11/2019) lalu.

Banjir tersebut menerjang beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Barat, antara lain, Kabupaten Solok Selatan, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo.

"Data sementara warga mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih tinggi. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan," ujar Agus melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Tirto.

Selain merendam rumah, banjir tersebut juga mengakibatkan 387 murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Muaralabuh hari ini tidak bisa mengikuti ujian, karena sekolah mereka terendam banjir.

"Akses jalan menuju sekolah juga tergenang air sehingga sulit dijangkau," kata Kepala Bagian Humas Solok Selatan, Firdaus Firman di Padang Aro, seperti di wartakan Antara.

Sementara itu Camat Sungai Pagu Rolli Almar mengatakan, di kecamatan itu banjir hampir merata dan daerah yang biasanya tidak terkena banjir sekarang juga terendam.

"Hampir semua sungai meluap dan merendam rumah warga di tepi Sungai Pagu," ujarnya.

Dia menyebutkan, sungai yang meluap dan merendam rumah warga yaitu Batang Bangko, Batang Suliti dan Anak Lolo.

"Sekarang kami sedang melakukan pendataan di lapangan," ujarnya.

Saat ini air belum surut dan warga masih bertahan di rumah masing-masing menunggu air surut.

Camat Koto Parik Gadang Diateh Syahrul Munir, saat dihubungi menyebut enam rumah warga yang hanyut berada di Nagari Balun karena dihantam arus Sungai Batang Suliti.

Kuatnya arus karena peningkatan debit air juga menyebabkan 300 meter jalan alternatif di Kandang Banih retak. Kerusakan jalan ini mengakibatkan akses warga Sungai Pangkua terganggu.

Hantaman arus Sungai Batang Suliti juga menyebabkan satu rumah warga di Sungai Ipuah rusak.

"Penghuni rumah saat ini telah mengungsi ke rumah sanak keluarga," sebutnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR SOLOK

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH