Menuju konten utama

Banggar DPR Sebut Selama Ini Anggaran Pemda Selalu Habis

Banggar DPR RI mengatakan uang yang masih ada di bank kemungkinan berasal dari program yang belum terlaksana oleh Pemda.

Banggar DPR Sebut Selama Ini Anggaran Pemda Selalu Habis
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/9/2205). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengatakan selama ini anggaran milik pemerintah daerah (Pemda) pasti selalu habis.

“Kalau selama ini saya 13 tahun di badan anggaran. Setahu saya, pemerintah daerah itu anggarannya pasti selalu habis,” kata Said di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Said mengatakan uang yang masih ada di bank kemungkinan berasal dari program yang belum terlaksana. Said meyakini Pemda pasti akan menghabiskan anggarannya.

“Kalau toh sementara ini diindikasikan ada yang nongkrong di bank. Itu, kan bagian dari proses, program-program yang masih yang sudah, sedang, dan akan dijalankan. Pasti habis anggarannya, tidak mungkin anggarannya tidak akan habis,” ucap Said.

Said bahkan menyebut terkadang anggaran Pemda bisa minus. Dengan begitu, dia menilai tidak mungkin daerah menyimpan anggaran.

“Karena daerah lagi minus anggaran, lagi membutuhkan anggaran. Masa daerah akan menyimpan anggarannya. Itu kok tidak masuk akal,” terang Said.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan permintaan maaf terkait polemik simpanan dana daerah di perbankan.

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada para kepala daerah dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Purbaya menjelaskan tujuannya menyinggung endapan dana tersebut adalah agar pemerintah daerah (pemda) bergerak lebih cepat dalam menyerap anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat.

“Saya bukannya sentimen sama daerah, justru ingin mereka belanjakan lebih cepat. Supaya ekonominya jalan, sinkron dengan kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pusat. Jadi, kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf,” tuturnya.

Meski begitu, Purbaya tetap meminta agar daerah lebih cepat dalam menyerap anggaran mereka. Namun, lebih penting dari itu, ia juga berharap agar serapan anggaran berjalan dengan benar, tanpa ada penyelewengan dalam proyek-proyek yang dikerjakan oleh daerah.

“Tapi kerja yang bener lah. Habisin tuh duit. Jadi, hanya itu yang seharusnya ada di kepala kita semua di sini, kita memanfaatkan, memaksimalkan uang yang ada,” tegasnya.

Selain pemda, Purbaya juga mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk menyerap anggaran lebih cepat. Karena itu, tidak jarang ia juga melakukan safari dari satu K/L ke K/L lain.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama