Menuju konten utama
Pemindahan Makam di Gorontalo

Bamsoet Pertanyakan Kesiapan Masyarakat Indonesia Berdemokrasi

Bamsoet mempertanyakan kesiapan warga Indonesia dalam berdemokrasi terkait polemik pemindahan 2 makam di Gorontalo.

Bamsoet Pertanyakan Kesiapan Masyarakat Indonesia Berdemokrasi
Bambang Soesatyo. Instagram/ bambang.soesatyo

tirto.id - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo merespons berita terkait pemindahan kuburan karena beda pilihan politik yang terjadi di Gorontalo, Sulawesi, beberapa waktu lalu.

Ia pun mempertanyakan kesiapan masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi di Indonesia.

"Makanya kami di DPR tak pernah berhenti untuk mendorong semua kelompok masyarakat dan para akademisi untuk mengkaji lagi tentang demokrasi pemilihan langsung dan terbuka ini," kata Bamsoet saat ditemui di DPR RI, Senin (14/1/2019).

Bamsoet juga mempertanyakan tentang kemantapan dan pendewasaan masyarakat Indonesia terhadap demokrasi sudah mencapai titik yang baik.

"Apakah kesiapan rakyat kita sudah sampai pada titik yang baik dalam demokrasi atau belum? Hal seperti ini menurut saya, justru kita harus mendorongnya terhadap kedewasaan dalam berpolitik," katanya.

Di luar itu, Bamsoet sebagai perwakilan lembaganya mengaku sangat prihatin terhadap kejadian yang terjadi di Gorontalo tersebut hanya karena politik.

"Ya tentu kami prihatin kalau mendengar berita gara-gara beda pilihan bisa pisah ranjang, apalagi terakhir ini pisah kuburan. Kami sesalkan. Mudah-mudahan bisa diatasi," katanya.

Di Desa Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dua makam terpaksa dibongkar dan dipindahkan pada Sabtu (12/1/2019) lalu.

Pemindahan tersebut diduga akibat beda pilihan politik pada pemilihan legislatif mendatang. Dua kuburan yang dipindahkan itu atas nama Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamzah.

Diketahui, pemilik lahan kuburan bernama Awano Hasan mengajak keluarga Abdul Salam Pomontolo untuk memilih calon legislatif berdasarkan arahannya. Namun, Abdul Salam beserta keluarganya menolak dengan alasan sudah punya pilihan.

Karena penolakan itu, Awano pun memaksa untuk memindahkan 2 makam keluarga Abdulsalam tersebut.

Baca juga artikel terkait MAKAM DIRUSAK atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Politik
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno