tirto.id - Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya melantik para anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Sebelumnya, pelantikan tersebut dilakukan oleh pejabat setingkat menteri, di lingkup Kementerian ESDM.
Pelantikan tersebut dilakukan terhadap Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian DEN, serta 7 Anggota DEN dari unsur pemerintah dan 8 Anggota dari unsur pemangku kepentingan.
Bahlil menuturkan, oelantikan DEN oleh Kepala Negara oleh Kepala Negara ini menandai babak baru bagi institusi tersebut.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden. Karena dalam sejarah, pengarah daripada DEN, Dewan Energi Nasional belum pernah dilantik oleh Presiden. Dan pelantikan hari ini menandai babak baru bagi keberlangsungan tugas-tugas kenegaraan dalam konteks bagaimana kita fokus di energi," kata dia, usai pelantikan, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Bahlil menuturkan, DEN memiliki peran penting dalam menyusun peta jalan (roadmap) untuk mencapai prioritas pembangunan, khususnya dalam hal kedaulatan, ketahanan dan swasembada energi.
"Di Asta Cita nomor dua, Bapak Presiden selalu berbicara tentang ketahanan energi dan ketahanan pangan. Nah, yang baru dilantik ini adalah merupakan bagian yang baru karena baru selesai dipilih DPR dari pemangku kepentingan, dari masyarakat. Kemudian dari menterinya ini sudah memang berlanjut masa jabatannya," jelas Bahlil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu juga menegaskan, DEN telah berkontribusi dalam berbagai hal krusial terkait pembangunan di sektor energi, mulai dari penyusunan tahapan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan terkait Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT) seperti nuklir.
Untuk mencapai ketahanan energi kedepan, Bahlil memastikan DEN tak akan diintervensi oleh pihak mana pun, dan akan mencapai taraget ketahanan BBM nasional dari yang kini hanya 21 hari menjadi 3 bulan. "Dan ini pasti kita akan membangun storage," tambahnya.
Kemudian, untuk mencapai kemandirian energi, pengembangan EBET diharapkan dapat mengurangi porsi impor BBM yang sampai saat ini masih sekitar 30 juta lebih kiloliter.
"Dan yang keempat itu adalah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada," tutup Bahlil.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































