Menuju konten utama

Arti Standar Ganda dalam Sepak Bola & Kenapa FIFA Disorot?

Standar ganda, seolah dilakukan FIFA atas perbedaan sikap terhadap Rusia dan Israel. Kenapa FIFA tak memberikan sanksi untuk Israel? 

Arti Standar Ganda dalam Sepak Bola & Kenapa FIFA Disorot?
Kantor FIFA di Zurich, Swiss. foto/shutterstock

tirto.id - Standar ganda dalam sepak bola merupakan topik yang selalu mencuat tiap kali olahraga ini berkait dengan situasi geopolitik. Lantas, kenapa FIFA disorot karena standar ganda ini?

Secara sederhana, standar ganda merupakan sebuah tindakan yang tidak adil dan cenderung diskriminatif, yakni ketika kita menerapkan standar yang berbeda saat menilai dua hal/perilaku yang sama.

FIFA, selaku asosiasi tertinggi dan terbesar dari cabang olahraga sepak bola di dunia, tak terlepas dari hal tersebut.

Isu terkait standar ganda di tubuh FIFA kerap mencuat setiap kali sepak bola beririsan dengan situasi politik.

Meskipun FIFA selalu mempromosikan sikap netralitas politik dalam setiap pertandingan, namun badan sepak bola dunia yang bermarkas di Zurich, Swiss, ini justru kerap dianggap melanggar prinsip yang mereka buat sendiri itu.

Terbaru, standar ganda dalam sepak bola ramai disematkan ke FIFA imbas beda perlakuan mereka atas Rusia dan Israel.

Beda Sikap FIFA atas Rusia & Israel, Kenapa?

Belakangan, FIFA disorot atas tuduhan standar ganda terkait sikap mereka kepada Israel. Asosiasi sepak bola dunia itu dinilai tidak menunjukkan sikap sebagaimana seharusnya ketika menilai negara Zionis tersebut.

Kritik itu, misalnya, disampaikan legenda Manchester United dan Timnas Prancis, Eric Cantona, pada 17 September 2025 lalu.

Menurutnya kala itu, FIFA telah menerapkan standar ganda ketika membekukan Rusia dari sepak bola karena invasi ke Ukraina, namun tidak mengeluarkan keputusan terkait Israel atas apa yang terjadi di Gaza.

"Empat hari setelah Rusia menyerang Ukraina, FIFA dan UEFA melakukan skorsing kepada Rusia. Kita sekarang sudah melalui 716 hari setelah Amnesti Internasional mengumumkan genosida, dan masih saja Israel boleh berpartisipasi [dalam sepak bola]," katanya dalam kegiatan amal untuk Palestina di London, Inggris.

Keikutsertaan Rusia di ajang sepak bola di bawah FIFA hingga kini memang masih dibekukan. Sejak Maret 2022, FIFA melarang Rusia berlaga di ajang resmi, membuat negara bekas Uni Soviet itu tidak mentas dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 dan 2026.

Dasar pengenaan sanksi itu adalah invasi penuh Rusia ke Ukraina. Sanksi diberikan sebagai bentuk solidaritas terhadap apa yang menimpa publik Ukraina.

Dalam rilisan pers pada 1 Maret 2022 atau seminggu pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, FIFA menyatakan, "Sepak bola sepenuhnya bersatu di sini dan dalam solidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina."

Akan tetapi, sikap berbeda ditunjukkan FIFA. Hingga kini, FIFA tidak memberikan sanksi kepada Israel atas bencana kelaparan dan jatuhnya ribuan korban jiwa dalam konflik bersenjata di Palestina.

FIFA pun tidak mengeluarkan pernyataan resmi secara kelembagaan sebagai solidaritas kepada masyarakat sipil Palestina, tidak seperti yang mereka lakukan kepada masyarakat sipil Ukraina dengan sangat spesifik.

Pada awal Oktober 2025 lalu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, hanya mengeluarkan pernyataan yang menyinggung persoalan ini secara tak langsung.

Dilansir dari BBC Internasional, Infantino menyebut bahwa FIFA tak bisa menyelesaikan persoalan geopolitik ketika berpidato dalam sebuah sesi rapat FIFA di Zurich, Swis pada 2 Oktober lalu.

"FIFA tidak bisa menyelesaikan permasalah geopolitik, namun FIFA dapat dan harus mempromosikan sepak bola di seluruh dunia dengan memanfaatkan nilai-nilai pemersatu, pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan," katanya.

Pernyataan itu dikeluarkan Infantino di tengah laporan dugaan pelanggaran Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) yang belum rampung ditinjau FIFA hingga kini.

Menukil Al Jazeera, sejak 2024 lalu, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengajukan laporan dugaan pelanggaran peraturan FIFA yang dilakukan IFA karena memasukkan klub-klub Israel di wilayah permukiman ilegal di Palestina sebagai anggota liga sepak bola domestiknya.

Padahal, statuta FIFA melarang sebuah klub bermain di wilayah asosiasi lain tanpa persetujuan asosiasi di wilayahnya.

Atas dugaan pelanggaran itu, PFA mendesak FIFA agar memberikan sanksi kepada IFA.

"Asosiasi anggota dan klub mereka tidak boleh bermain di wilayah asosiasi anggota lain tanpa persetujuan asosiasi tersebut," bunyi statuta FIFA.

Laporan PFA itu hingga kini masih terus ditinjau oleh FIFA yang berulang kali menyatakan tengah menjalankan mekanisme investigasinya sendiri.

Kini, Israel tengah menjalani ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dan masih berpeluang tampil di keuaraan sepak bola paling prestisius.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan