Menuju konten utama

Apple Resmikan Developer Institute, Perkuat Talenta Digital RI

Peresmian Apple Developer Institute ini menandai ekspansi lima institut Apple Inc. untuk mengembangkan talenta digital, dari AI hingga kewirausahaan.

Apple Resmikan Developer Institute, Perkuat Talenta Digital RI
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Apple Developer Institute di Jakarta, Selasa, (21/4/2026). (Dok: Merlina Aryanti/Tirto)

tirto.id - Perusahaan teknologi Apple Inc. meresmikan Apple Developer Institute di Jakarta, Selasa (21/4/2026), sebagai bagian dari ekspansi program pengembangan talenta digital di Indonesia.

Peresmian ini menambah jumlah Apple Developer Institute menjadi lima lokasi yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Tangerang, dan Batam. Program ini menargetkan hampir 200 peserta dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI), pengembangan gim, developer operations (DevOps), serta kewirausahaan digital.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kehadiran institut ini mencerminkan komitmen jangka panjang antara pemerintah dan Apple. Ia menilai realisasi program tersebut menjadi bukti keseriusan Apple dalam menjalankan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.

“Apple menjaga komitmen itu secara bertahap terhadap substansi kerja sama, mulai dari pengembangan akademi, institut, hingga riset dan pengembangan,” ujar Agus.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem talenta yang dibangun, mulai dari Apple Developer Academy hingga Developer Institute. Menurutnya, lulusan program tersebut merupakan aset strategis bagi pengembangan industri digital nasional.

“Semua alumni itu harus kita lihat sebagai aset, karena mereka sudah memiliki nilai tambah dari pendidikan yang didapat,” katanya.

Apple Developer Institute dirancang sebagai kelanjutan dari Apple Developer Academy yang hadir di Indonesia sejak 2018. Program ini berfokus pada pengembangan keterampilan lanjutan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Senior Director Apple Developer Academy and Institute, Gordon Shukwit, menyebut ekspansi ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan spesialisasi di sektor teknologi.

“Program Academy terus berkembang, dan kini muncul kebutuhan spesialisasi yang lebih relevan dengan industri,” ujarnya.

Apple menargetkan seluruh akademi dan institut di Indonesia mampu menjangkau hampir 1.000 pelajar per tahun mulai 2026. Program tersebut mencakup pelatihan coding, desain, hingga pemasaran aplikasi.

Kehadiran lima Developer Institute turut memperluas ekosistem digital yang sebelumnya dibangun melalui akademi. Selain penguatan pembelajaran teknis, program ini juga mendorong lahirnya startup berbasis teknologi.

Sejumlah program unggulan dikembangkan di berbagai kota, antara lain:

  • AI dan Machine Learning di Surabaya,
  • DevOps di Tangerang,
  • Pengembangan Gim di Batam, dan
  • Kewirausahaan Digital di Jakarta.
Institut di Jakarta juga difungsikan sebagai pusat komunitas bagi developer profesional untuk berjejaring, berkolaborasi, dan mengembangkan inovasi. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang Apple dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi aplikasi global, sekaligus menjawab kebutuhan talenta digital yang terus meningkat.

Sebelumnya, Apple juga berkomitmen membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) serta memperluas jaringan Apple Developer Academy di berbagai kota.

Sejak pertama kali hadir, program akademi Apple di Indonesia telah meluluskan ribuan peserta, dengan lebih dari 95 persen alumni terserap di dunia kerja atau membangun startup berbasis aplikasi.

Dengan hadirnya Developer Institute, Apple menegaskan strategi berlapis, dari pendidikan dasar hingga pengembangan profesional, untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga artikel terkait APPLE atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dina T Wijaya