tirto.id - Demo ojek online (ojol) berlangsung secara serentak di 14 kota pada Selasa (20/5/2025). Demo berpusat di Jakarta dan sejumlah kota besar lain seperti Bandung, Jogja, dan Semarang. Demo berlangsung sejak siang hingga menjelang magrib.
Menurut pantauan Tirto dari berbagai sumber, hari ini, Rabu (21/5/2025) demo ojol sudah tidak ada. Garda Indonesia, asosiasi ojol, melakukan demo akbar hanya pada hari Selasa (20/5), termasuk dengan offbid atau mematikan aplikasi.
Imbauan untuk mematikan aplikasi ojol juga hanya berlaku pada 20 Mei sejak pagi hingga pukul 00.00 yang artinya hari ini semua ojol sudah beroperasi kembali seperti semula.
Rangkuman Demo Ojol 20 Mei 2025
Di Jakarta, pengunjuk rasa dari ojol berpusat di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Aksi dimulai pukul 12.30 WIB dan sekitar pukul 17.40 WIB massa aksi langsung membubarkan diri setelah penanggung jawab demo menyampaikan hasil dari pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).
"Apa yang menjadi tuntutan sudah disampaikan ke Dirjen Perhubungan," kata koordinator aksi ojol Wiwit Sudarsono di Jakarta, Selasa, dikutip Antara News.
Menurut dia, perwakilan ojol yang berjumlah 25 orang itu bersepakat untuk tidak terlalu banyak negosiasi dengan pemerintah. Mereka hanya menyampaikan aspirasi baik secara lisan maupun tulisan kepada perwakilan dari Kementerian Perhubungan.
"Kami menyampaikan tuntutan, yang intinya meminta pemotongan hanya 10 persen," ujarnya.
Demo ini menjadi puncak kekecewaan para pengemudi ojek online dengan tuntutan pertama meminta Presiden RI dan Menteri Perhubungan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan aplikasi pelanggar regulasi Pemerintah RI/Permenhub PM Nomor 12 tahun 2019, Kepmenhub KP Nomor 1001 tahun 2022.
Respons Pemerintah Soal Demo Ojol
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa DPR RI sedang mencari solusi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan yang sedang dialami para pengemudi ojek online (ojol).
"Dan kami tentu saja akan menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan dari kedua belah pihak," kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan bahwa masalah transportasi online itu menjadi bagian dari kewenangan pembahasan tiga komisi di DPR RI, yakni Komisi I, Komisi V, dan Komisi XI. Mereka, kata dia, akan menindaklanjuti keinginan kedua belah pihak, antara pengemudi dan penyedia aplikasi.
"Jadi apa yang terbaik buat kedua belah pihak kami akan menindaklanjuti sehingga ada win-win solution," kata dia.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinator Keamanan dan Ketertiban Kemenkopolkam, Irjen Asep Jenal Ahmadi, mengatakan audiensi bersama perwakilan massa demo ojol berlangsung dengan kondusif. Seluruh poin tuntutan yang disampaikan massa aksi telah dicatat oleh pihak dari Kemenhub.
“Tadi cukup baik dan cukup kondusif, dan semua aspirasinya sudah dicatat oleh Dirjen Perhubungan Darat [Kemenhub] yang tentunya akan dibahas secara teknis oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Asep kepada para wartawan di gedung Kemenkopolkam, Jakarta Pusat, Selasa (20/5).
Asep mengaku Kemenkopolkam akan melakukan upaya tindak lanjut dan pengawasan guna merealisasikan berbagai poin tuntutan para pengemudi ojol. Asep menilai aksi demo pengemudi ojol pada 20 Mei kemarin berjalan dengan aman.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































