tirto.id - Para pengguna ChatGPT melaporkan situs web kecerdasan buatan tersebut tidak berfungsi pada hari ini, Rabu (16/7/2025). Pengguna melaporkan kesalahan yaitu "aktivitas tidak wajar terdeteksi" di artificial intelligence milik OpenAI ini.
Menurut laporan Hindustan Times, chatbot ChatGPT tidak berfungsi bagi ribuan pengguna di Amerika Serikat, menurut DownDetector. Di Indonesia, ChatGPT juga mengalami eror atau kendala seperti yang dilaporkan salah satu pengguna pada pukul 10.00 WIB.
Ada keterangan merah bertuliskan "too many concurrent requests" setelah menuliskan prompt di ChatGPT. Untuk sementara, ChatGPT tidak berfungsi dan tidak dapat digunakan.
Menurut situs web Down Detector, lebih dari 3.400 orang melaporkan gangguan ChatGPT di Amerika Serikat. DownDetector adalah sebuah platform yang melacak gangguan tersebut berdasarkan laporan pengguna.
Pengguna chatbot OpenAI mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat memuat riwayat obrolan dan mendapatkan pesan "kesalahan tidak biasa" terdeteksi saat mencoba mengakses obrolan mereka.
Menurut DownDetector, 82% pengguna melaporkan gangguan pada ChatGPT, 12% pada situs web, dan 6% pada aplikasi.
Klarifikasi OpenAI Soal ChatGPT Eror
OpenAI telah memberikan klarifikasi mengenai gangguan ChatGPT dengan menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi masalah tersebut dan sedang menyelidiki.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mode rekam ChatGPT, Sora, dan Codex mengalami masalah. Mitigasi akan segera diterapkan, tambahnya.
"Kami telah mengidentifikasi bahwa pengguna mengalami peningkatan tingkat kesalahan," demikian bunyi pesan di halaman status layanan OpenAI, dikutip Selasa (16/7/2025).
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































