tirto.id - Ramai di media sosial (medsos) isu soal tabung pink yang ditemukan di video-video milik para selebritas Tanah Air. Salah satu selebritas, Elsa Japasal atau Eca Aura sampai memberikan klarifikasi terkait tuduhan warganet kepadanya.
Ia mengklarifikasi soal tabung pink di kamar saat ia membuat konten pindahan rumah. Klarifikasi tersebut diunggah di akun Instagram pribadi Eca pada Minggu (8/2/2026).
"Nah, di sini aku mau menyampaikan dengan jelas dan jujur, aku enggak pernah memiliki, menggunakan, atau melakukan aktivitas apa pun terkait dengan tabung pink. Video itu tuh diambil sekitar 2 bulan lalu tanpa konteks yang utuh dan kemudian disalahartikan," ucap Eca.
Fungsi Tabung Pink
Tabung Pink yang dimaksud dalam video Eca tersebut mengarah pada alat dapur merek Whip Pink yang sedang ramai jadi perbincangan.
Menurut laman Badan Narkotika Nasional (BNN), tabung pink ini berisikan gas nitrous oxide (N2O) dan dijual bebas di pasaran secara online.
Sebenarnya ada sejumlah merek lain yang juga menawarkan produk serupa. Tabung pink ini sebenarnya digunakan sebagai alat dapur untuk menghasilkan whip cream atau krim kocok.
Gas dalam tabung pink dikenal sebagai gas tertawa, yang secara medis digunakan sebagai obat penenang. Dalam penggunaan tertentu gas ini dapat menimbulkan efek euforia, pusing, hingga hilang kesadaran jika dihirup di luar prosedur medis.
Dampak Penggunaan Tabung Pink
Jika digunakan sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai alat dapur, tabung pink tidak menimbulkan efek negatif. Namun, jika digunakan tidak sesuai dengan prosedur, akan muncul dampak yang merugikan.
Saat dihirup zat ini menggantikan oksigen di darah membuat otak dan jantung kekurangan oksigen bisa menyebabkan hilang kesadaran mendadak. Tanpa oksigen tubuh bisa collapse tanpa peringatan.
Kemudian dijelaskan juga, efek samping jangka waktu singkat penggunaan nitrous oxide memanglah hanya akan menimbulkan relaksasi maupun perasaan euforia. Beberapa orang bisa saja mengalami kesemutan, ngantuk, pusing, sampai sakit kepala.
- Efek jangka pendek: menimbulkan relaksasi dan euforia; efek samping dapat berupa kesemutan, mengantuk, pusing, dan sakit kepala.
- Risiko jangka panjang: berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius, meski masih membutuhkan penelitian lanjutan.
- Kasus langka: penggunaan dapat memicu halusinasi parah hingga memerlukan perawatan medis.
- Frekuensi penggunaan krusial: konsumsi kecil dan sesekali dinilai tidak menimbulkan efek jangka panjang.
- Penggunaan rutin: berisiko menyebabkan kerusakan otak dan saraf.
- Mekanisme bahaya: nitrous oxide menghambat pemrosesan vitamin B12, yang penting bagi pembentukan sel saraf dan sel darah.
- Gunakan pengetahuan sebagai pelindung diri. Zat apa pun bisa berbahaya jika disalahgunakan, kenali risikonya, pahami, dan jauhi penyalahgunaan demi kesehatan dan masa depan.
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id





























