tirto.id - Polisi mengakui menemukan sebuah tabung Whip Pink atau gas nitrous oxide (N₂O) di kamar Lula Lahfah (26) di Apartemen Essence, kawasan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, tabung Whip Pink tersebut menjadi salah satu barang bukti yang dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri dan dilakukan pengujian.
Uji labfor ini, kata dia, dilakukan untuk memastikan kandungan dan keterkaitannya dengan kematian Lula Lahfah.
"Di sini kita lihat, salah satunya adalah tabung pink. Nah, tabung pink ini yang akan menjadi banyak polemik di masyarakat," ujar Iskandarsyah dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Baresktim Polri, Azhar Darlan menambahkan, selain tabung Whip Pink, polisi juga menguji barang bukti berupa sprei dan tisu dengan bercak darah, kotak obat warna pink, tabung Whip Pink ukuran 2.050 gram, serta sampel darah ayah korban sebagai pembanding DNA.
Pengecekan barang bukti yang terdapat darah Lula itu, kata dia, guna memastikan adanya material biologi lain.
Hasil uji DNA itu, ujar dia, menyimpulkan bercak darah dan DNA sentuhan pada barang bukti identik dengan profil Lula Lahfah. Hal itu dipastikan setelah mencocokkan dengan sampel darah ayah Lula.
"Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada sprei, bercak darah yang ada pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik saudara LL. Dan saudara LL ini adalah anak biologis daripada saudara Muhammad Feros," ucap dia.
Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Irfan Rofik menerangkan, polisi melakukan pemeriksaan toksikologi terhadap 16 item barang bukti.
Dia menyatakan, hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukannya pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida.
Untuk bahan kimia dan obat-obatan ada 8 pods berbagai merek dan jenis yang di dalamnya mengandung gliserin dan nikotin. Kemudian untuk botol liquid berbagai merek, ditemukan sama, nikotin dan gliserin.
Polisi juga menguji obat 44 tablet, berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna yang kemudian dianalisa dan ditemukan kandungan bahan aktif.
"Di antara bahan aktif yang kami temukan ada namanya Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, Mepivakain, dan Enkainid serta Paramomisin. Kemudian ada Klozapin," ungkap dia.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























