Menuju konten utama

Apa Itu Nitrous Oxide di Whip Pink & Benarkah Berbahaya?

Penjelasan soal nitrous oxide gas yang ada dalam produk Whip Pink. Benarkah gas ini berbaya dan menyebabkan kematian?

Apa Itu Nitrous Oxide di Whip Pink & Benarkah Berbahaya?
produk whip pink/ instagram @whippink.co
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Whip Pink atau yang juga dikenal sebagai nangs adalah tabung logam kecil berwarna merah muda yang sering terlihat di kafe atau dapur bakeri yang identik dengan dunia kuliner.

Apa itu kandungan nitrous oxide yang ada di dalam Whip Pink dan benarkah berbahaya?

Whip Pink adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan krim kocok sehingga bisa mengembang sebagai topping minuman dan makanan.

Namun di balik tampilannya yang “aman” dan penggunaannya yang legal di dapur, tabung ini menyimpan gas bernama nitrous oxide (N2O) yang memiliki dua sisi.

Di satu sisi, N2O sangat bermanfaat bagi dunia medis dan industri pangan, tetapi di sisi lain, gas ini dapat menjadi sangat berbahaya jika disalahgunakan.

Apa Itu Nitrous Oxide di Whip Pink?

Mengutip laman resmi Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan RI, nitrous oxide adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dalam industri pangan dikenal dengan kode E942.

Dalam dunia medis, gas ini digunakan sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri dengan pengawasan ketat serta selalu dikombinasikan dengan oksigen untuk mencegah kekurangan oksigen.

Di industri makanan, N2O berfungsi sebagai propelan untuk membuat krim kocok dan menjaga tekstur makanan. Bahkan di bidang otomotif, gas ini digunakan untuk meningkatkan tenaga mesin.

Whip Pink

Whip Pink. Instagram/whippink.co

Apakah Nitrous Oxide di Whip Pink Berbahaya?

Dalam beberapa waktu terakhir, penyalahgunaan N2O ramai diperbincangkan di media sosial. N2O disebut tidak lagi hanya digunakan untuk membuat krim kocok atau di dunia medis, karena gas yang seharusnya digunakan secara terbatas ini dihirup secara langsung demi mendapatkan sensasi “fly” atau euforia sesaat.

Saat dihirup, N2O dengan cepat masuk ke otak dan memengaruhi sistem saraf pusat, menimbulkan rasa tenang, ringan, dan euforia. Namun, sensasi tersebut sebenarnya terjadi karena otak kekurangan oksigen (hipoksia).

Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pusing, hilang kesadaran, gangguan jantung, hingga kematian mendadak.

Data internasional menunjukkan bahwa penggunaan N2O untuk tujuan rekreasi terus meningkat dan bahkan masuk dalam daftar zat rekreasional paling populer di dunia.

Bahaya N2O tidak hanya bersifat jangka pendek, namun juga jangka panjang. Salah satu dampak paling serius adalah kerusakan sistem saraf akibat hancurnya vitamin B12 di dalam tubuh.

Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf. Jika vitamin ini terus dirusak oleh paparan N2O, saraf dapat mengalami kerusakan permanen.

Gejala Gangguan Kesehatan Syaraf karena Nitrous Oxide

Gejalanya dimulai dari kesemutan, mati rasa, gangguan keseimbangan, hingga kelumpuhan yang dalam banyak kasus tidak dapat dipulihkan. Selain itu, paparan langsung gas ke mulut atau hidung juga bisa menyebabkan luka dingin, gangguan pernapasan, dan sesak napas berat.

Di berbagai negara, bahaya penyalahgunaan N2O sudah mendorong pemerintah mengambil langkah tegas. Inggris, Belanda, Prancis, Australia, dan sejumlah negara Eropa lainnya telah membatasi atau melarang penggunaan N2O untuk tujuan rekreasi karena tingginya risiko kesehatan dan keselamatan publik.

Di Indonesia sendiri, N2O sebenarnya legal, namun penggunaannya sangat terbatas, yakni hanya untuk kepentingan medis dan pangan sesuai izin BPOM.

Menghirup gas ini secara langsung untuk hiburan tidak termasuk dalam penggunaan yang diizinkan, meskipun hingga kini belum ada aturan khusus yang secara tegas mengatur penyalahgunaan N2O sebagai zat rekreasional. Celah inilah yang membuat produk berbasis N2O masih mudah diakses oleh masyarakat.

Normalisasi perilaku berisiko ini membuat banyak orang, terutama anak muda, tidak menyadari bahaya nyata di balik efek sesaat yang mereka rasakan. Padahal, berbagai otoritas kesehatan, termasuk Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, telah secara terbuka memperingatkan bahwa menghirup nitrous oxide dapat menyebabkan gangguan saraf serius hingga kematian.

FDA secara tegas menyarankan masyarakat tidak menyalahgunakan atau menghirup produk nitrous oxide dalam bentuk apa pun, baik dari tabung kecil, charger, maupun tangki besar.

Meskipun produk ini legal untuk keperluan tertentu seperti pangan dan medis, menghirupnya secara langsung sangat berbahaya karena dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius, mulai dari gangguan pernapasan, kerusakan sistem saraf, hingga kematian.

Selain itu, FDA juga mengimbau agar siapa pun yang pernah menggunakan atau menghirup nitrous oxide dan merasa khawatir terhadap kondisi kesehatannya segera menghubungi tenaga kesehatan. Dengan berkonsultasi lebih awal, risiko komplikasi jangka panjang dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.

Baca juga artikel terkait ZAT KIMIA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra