tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program baru bernama Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 24 Mei 2026. Apa itu PFLP?
Presidential Future Leaders Program (PFLP) merupakan program kaderisasi kepemimpinan yang dibentuk pemerintah Indonesia untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
PFLP ini dirancang secara khusus oleh Presiden Prabowo sebagai bagian dari strategi besar reformasi dan transformasi BUMN di Indonesia.
Dalam taklimat kepada para peserta, Presiden menegaskan bahwa masa depan dan kedaulatan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin yang dimiliki Indonesia.
“PFLP dirancang untuk mendukung visi Presiden Prabowo dalam menciptakan tata kelola BUMN yang baik melalui penguatan sumber daya manusia yang memiliki best heart and best mind,” ujar Sekretaris Kabinet Indonesia Teddy Indra Wijaya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI (24/5/2026).
Bagaimana Cara Kerja PFLP?
Sebanyak 400 peserta terpilih mengikuti batch pertama PFLP setelah melewati proses seleksi ketat dari total 717 peserta. Seleksi tersebut mencakup penilaian kompetensi, karakter, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Program pendidikan PFLP berlangsung selama sembilan bulan dan dibagi ke dalam tiga tahapan utama, yaitu:
1. Tahap Pertama: 3 Bulan
Tahap ini merupakan tahapan pembentukan karakter dan disiplin selama tiga bulan melalui pendidikan ala militer di Kodiklat TNI.Tujuannya adalah menanamkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, daya tahan mental, loyalitas, dan nasionalisme kepada para peserta. Pemerintah memandang bahwa pemimpin BUMN di masa depan tidak hanya harus cerdas secara akademis, namun juga memiliki karakter yang tangguh dan siap menghadapi tekanan dalam pengambilan keputusan strategis.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan bahwa pendidikan dasar militer tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk membangun sumber daya manusia unggul yang siap mengawal pembangunan nasional.
“Yang pertama ini kita didik adalah dari BUMN. Nah, kita berdayakan karyawan-karyawan yang baru direkrut itu untuk kita seleksi, untuk kita didik di program ini," kata Donny dikutip Antara (20/5/2026).
2. Tahap Kedua: 4 Bulan
Berlangsung selama empat bulan di Danantara Corporate University dengan fokus pada penguatan kapasitas manajerial dan kemampuan pengambilan keputusan.Dalam tahap ini, peserta akan mendapatkan materi dari pengajar dalam negeri maupun internasional terkait manajemen perusahaan, analytical process, decision making, cyber and security, serta berbagai keterampilan strategis lain yang dibutuhkan dalam mengelola organisasi besar.
Kehadiran pengajar bertaraf internasional menunjukkan bahwa pemerintah ingin menciptakan standar kepemimpinan BUMN yang mampu bersaing secara global. Program ini juga menjadi bagian dari agenda transformasi menyeluruh terhadap BUMN agar pengelolaan aset negara semakin efektif, akuntabel, dan transparan.
"Banyak nanti pengajar-pengajar, baik dalam negeri maupun luar negeri akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka," jelas Donny.
3. Tahap Ketiga: 2 Bulan
Tahap terakhir adalah program magang selama dua bulan di kementerian, lembaga negara, dan lingkungan BUMN. Melalui magang tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola pemerintahan dan korporasi.Dengan kombinasi pendidikan karakter, penguatan kompetensi manajerial, dan pengalaman lapangan, pemerintah berharap peserta PFLP dapat berkembang menjadi pemimpin masa depan yang memiliki profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































