tirto.id - Keterbatasan air akibat kekeringan menjadi bagian kendala tim melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Kondisi diperparah jika api membakar lahan gambut yang sulit ditempuh.
Untuk mensiasati hal itu, tim Manggala Agni menggunakan cairan khusus bernama flame freeze. Cairan ini dinilai efektif mengatasi karhutla berulang di tengah keterbatasan air.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan pada dasarnya cairan ini sudah ada sejak lama dan kerap digunakan dalam operasi pemadaman karhutla.
Hanya saja, tidak semua lokasi bisa diterapkan dengan pertimbangan kondisi lahan terbakar dan medan.
"Namanya flame freeze, sudah sejak sejak 2019 kami pakai pada lokasi-lokasi tertentu yang memungkinkan dibawa dan diaplikasikan. Tidak semua lokasi bisa dipakai," ungkap Ferdian, Selasa (20/10/2026).
Di Sumsel sendiri, cairan khusus tersebut sudah sering dipakai tim Manggala Agni, terutama di lahan gambut. Saat ini tim mengaplikasikannya dalam pemadaman karhutla di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang terbakar sejak beberapa hari lalu.
"Kami pakai cairan ini karena keterbatasan air di lapangan dan memungkinkan untuk dibawa," kata dia.
Ferdian menjelaskan flame freeze merupakan konsentrat bahan kimia pemadam api berbasis teknologi pembasah dan pembentuk busa berdensitas rendah. Cairan dapat mempercepat pemadaman dan menghemat penggunaan air hingga 50 persen.
Dalam praktiknya, cairan ini dapat disiramkan atau disuntikkan dalam gambut sehingga mampu menghilangkan panas dari permukaan dan meresap ke material yang sulit dijangkau. Dengan demikian, cairan itu membuat permukaan mudah terbakar menjadi tidak aktif dan api benar-benar padam.
Dalam kondisi banyaknya titik api yang tersebar di berbagai wilayah, kata Ferdian, dibutuhkan kerja keras dari tim pemadam agar dapat menanganinya. Terlebih karhutla telah menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
"Prinsipnya saat ini segala macam cara ditempuh, segala macam cara. Semoga bisa mempercepat proses penyelesaian masalah ini," pungkas Ferdian.
Masuk tirto.id


































