Menuju konten utama

Benarkah Kim Jong Un Meninggal karena Pendarahan? Cek Faktanya

Rumor Kim Jong Un meninggal akibat pendarahan otak beredar di media sosial. Foto terbaru saat mengunjungi pameran pakaian dan sepatu dirilis KCNA.

Benarkah Kim Jong Un Meninggal karena Pendarahan? Cek Faktanya
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato saat berkunjung ke Universitas Kim Il Sung dalam rangka memperingati hari jadi ke-80 berdirinya universitas tersebut, di Pyongyang, Korea Utara, 30 September 2026, sebagaimana terlihat dalam foto yang dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA). (Photo by KCNA via REUTERS)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rumor mengenai pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninggal dunia akibat pendarahan otak beredar luas di media sosial. Kabar tersebut menyebut Kim mengalami koma hingga harus diterbangkan ke Beijing, Cina, untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, klaim tersebut langsung dibantah dengan beredarnya foto-foto terbaru Kim Jong Un.

Di tengah ramainya spekulasi tentang kondisi kesehatan bahkan hingga berita mengenai meninggalnya Kim Jong Un, media pemerintah Korea Utara merilis foto-foto yang memperlihatkan sang pemimpin Korut sedang mengunjungi pameran pakaian dan sepatu pada Senin (19/10/2026).

Dalam foto-foto itu, Kim tampak memeriksa sepatu anak-anak, mengamati mantel perempuan, serta berbicara dengan sejumlah pejabat. Kemunculan tersebut dipandang sebagai bukti visual bahwa Kim masih terlihat menjalankan aktivitas publik.

Foto Kim Jong Un Periksa Sepatu dan Pakaian

Kantor Berita Pusat Korea atau Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa Kim Jong Un mengunjungi sebuah pameran pakaian dan sepatu pada Senin, seperti dilaporkan New York Post, Selasa (20/10/2026). Dalam kunjungan itu, Kim terlihat mengamati berbagai produk yang dipamerkan, termasuk sepatu anak-anak dan mantel perempuan.

Salah satu foto memperlihatkan Kim membungkuk untuk memeriksa sebuah sepatu kecil berwarna merah muda yang dipegang seorang perempuan muda. Foto lainnya menunjukkan Kim berdiri dengan kedua kaki terbuka, merentangkan tangan, dan membuka mulut seolah sedang berbicara dengan tegas kepada seorang pejabat.

Dalam foto berikutnya, ia terlihat menjulurkan tangan ke arah lengan mantel perempuan berwarna cokelat kemerahan yang dipajang pada manekin. Sejumlah ajudan tampak mengikuti kunjungannya.

Rangkaian foto tersebut dirilis beberapa jam setelah kabar mengenai dugaan kematian Kim beredar di media sosial. Kemunculan foto-foto itu dinilai dapat meredakan spekulasi mengenai kondisi pemimpin Korut berusia 42 tahun tersebut.

Namun, New York Post menggarisbawahi jika foto-foto itu belum dapat mengonfirmasi kondisi kesehatan Kim, karena keaslian dan waktu pengambilannya belum diverifikasi secara terpisah.

Asal-usul Rumor Kim Jong Un Meninggal

Rumor kematian Kim Jong Un bermula dari serangkaian unggahan Wanjun Xie, seorang pembangkang Cina yang berbasis di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan Partai Demokrasi Cina.

Pada Minggu, Xie mengunggah klaim bahwa Kim telah meninggal dunia dan Cina mengirimkan 9.000 tentara ke Pyongyang di tengah kekhawatiran akan terjadinya krisis suksesi kepemimpinan.

“Rumor yang beredar bahwa Kim Jong Un telah meninggal dunia menggagalkan rencana suksesi Kim Ju Ae dan berpotensi menjerumuskan Korea Utara ke dalam perang saudara. Partai Komunis Tiongkok dilaporkan telah mengirimkan 9.000 tentara ke Pyongyang untuk membantu Kim Ju Ae dalam menstabilkan rezimnya,” tulis Wanjun di X @xie_wanjun.

“Dalam persiapan menghadapi potensi perang saudara di Korea Utara, Komando Teater Utara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok telah memasuki keadaan siaga tinggi (Tingkat III), dan semua pasukan dalam komando teater telah diperintahkan untuk...Keluar, kunjungan keluarga, dan demobilisasi/pensiun ditangguhkan; personel yang telah meninggalkan area tersebut dipanggil kembali; dan kontrol ketat terhadap masuk dan keluar personel diberlakukan!” lanjutnya.

Xie kemudian menyampaikan dugaan lain bahwa tim dokter spesialis dari Peking Union Medical College Hospital di Beijing telah dikirim ke Korea Utara pada Sabtu untuk menangani Kim yang disebut mengalami pendarahan otak parah.

“Pada tanggal 17 Oktober, Rumah Sakit Peking Union Medical College mengirimkan tim ahli medis di bidang kardiovaskular dan serebrovaskular ke Korea Utara untuk turut serta dalam upaya penyelamatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang saat itu berada dalam kondisi kritis,” urainya.

Menurut Xie, Kim sempat mengalami koma sebelum dipindahkan ke Beijing untuk mendapatkan perawatan. Namun, para dokter disebut tidak berhasil menyelamatkannya, sehingga jenazahnya kemudian dikembalikan secara diam-diam ke Korea Utara.

Pada 20 Oktober, Wanjun kembali menuliskan jika setelah Kim Jong Un meninggal, yang meneruskan tampuk kekuasaan di Korut bukanlah putrinya Kim Ju Ae, melainkan saudara perempuannya, Kim Yo Jong.

“Setelah memegang kendali kekuasaan, Kim Yo Jong segera mengaktifkan siaran pengeras suara yang ditujukan ke Korea Selatan dan melepaskan 201 tembakan peringatan. Ia juga memperingatkan Korea Selatan bahwa Korea Utara tengah mempertimbangkan peningkatan menyeluruh terhadap kemampuan serangan taktisnya,” jelasnya.

“Peningkatan ancaman yang tiba-tiba terhadap Korea Selatan ini jelas bertujuan untuk memperkuat kendalinya atas militer Korea Utara serta mengonsolidasikan kekuasaannya melalui ancaman eksternal yang nyata,” imbuhnya.

Sebelum foto kunjungan ke pameran pakaian dan sepatu dirilis, Kim Jong Un dilaporkan terakhir kali terlihat di hadapan publik pada 11 Oktober. Saat itu, media pemerintah memberitakan bahwa ia menghadiri peresmian Museum Revolusi Pertahanan Nasional di lokasi yang tidak diungkapkan secara terperinci. Putrinya, Kim Ju Ae, turut mendampinginya dalam kunjungan tersebut.

Analis Korea Utara Benedict Rogers sebelumnya memperkirakan pemerintah di Pyongyang akan menunjukkan bukti mengenai kondisi Kim apabila rumor tersebut semakin meluas. Ia juga menyoroti bahwa ketika pemimpin tertinggi Korea Utara meninggal dunia, pemerintah biasanya menggelar prosesi berkabung yang terorganisasi dan menampilkan suasana duka secara terbuka.

“Dia tidak tampak seperti orang yang sehat,” ujar Rogers dikutip Turkiye Today, Senin(19/10/2026).

“[Kim Jong Un] mengalami kelebihan berat badan yang ekstrem,” tambahnya.

Kabar mengenai kematian Kim Jong Un bukan pertama kali muncul. Pada 2020, spekulasi serupa ramai diperbincangkan setelah Kim tidak terlihat di hadapan publik selama beberapa waktu.

Saat itu, Ji Seong-ho, seorang pembelot Korea Utara yang kemudian menjadi anggota parlemen Korea Selatan, mengaku hampir yakin Kim telah meninggal dunia setelah menjalani operasi kardiovaskular.

Spekulasi tersebut kemudian terbantahkan ketika Kim kembali muncul di hadapan publik. Ji pun meminta maaf karena telah menyebarkan klaim yang keliru.

Kim Yo Jong dan Pertanyaan soal Suksesi Kepemimpinan

Rumor kematian Kim Jong Un turut memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang akan memimpin Korea Utara apabila ia benar-benar tidak lagi mampu menjalankan tugasnya. Salah satu nama yang banyak dibicarakan adalah adiknya, Kim Yo Jong, yang selama ini dikenal memiliki pengaruh dalam pemerintahan negara tersebut.

Sejumlah pengamat menilai Kim Yo Jong berpotensi mengambil alih kepemimpinan sementara jika kakaknya meninggal dunia. Sedangkan Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un, disebut oleh badan intelijen Korea Selatan sebagai sosok yang diperkirakan sedang dipersiapkan untuk menjadi penerus. Namun, ia belum secara resmi diumumkan sebagai calon pengganti pemimpin Korea Utara.

Kim Ju Ae pertama kali muncul di hadapan publik pada November 2022 ketika menghadiri kegiatan peluncuran rudal bersama ayahnya. Ia juga mendampingi Kim dalam kunjungan kenegaraan ke Cina pada tahun sebelumnya. Jika kelak memimpin Korea Utara, ia akan menjadi perempuan pertama yang memimpin negara tersebut dalam sejarah dinasti Kim.

Baca juga artikel terkait KIM JONG UN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra