tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak memberikan bantuan dan pendampingan kepada Heru Baskoro yang kini berusia 84 tahun. Heru merupakan putra Sayuti Melik, pahlawan nasional sekaligus pengetik naskah teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945.
Heru dan istrinya, Treyzia Noviani, sempat tinggal di Kanada dengan status permanent resident sekitar 21 tahun. Hidup keduanya berubah seusai Heru mengalami gangguan penglihatan. Selama berada di Indonesia, mereka menghadapi kesulitan finansial karena mayoritas tabungan terkuras untuk biaya pengobatan Heru.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan Kemensos langsung mengambil langkah untuk meringankan beban pasangan sepuh tersebut begitu menerima informasi tentang kondisi Heru.
"Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," kata Gus Ipul di Jakarta pada Kamis (16/7/2026).
Kini, tim Kemensos telah menempatkan Heru dan Treyzia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat. Di sentra itu, keduanya mendapatkan tempat tinggal sementara, rehabilitasi medis, serta dukungan sosial.
Selanjutnya, Kemensos akan melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan bantuan yang dibutuhkan oleh Heru dan Treyzia. Selain bantuan, Kemensos menyiapkan pendampingan untuk mereka.
"Kita siapkan untuk hunian sementara di sentra kita. Sambil juga tentu ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya. Kemudian kita lakukan pendampingan dan ke depan seperti apa, tentu ini masih membutuhkan waktu," jelas Gus Ipul.
Sejauh ini, Kemensos sudah memastikan kondisi kesehatan Heru dan Treyzia sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mereka. Koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat yang bisa memberikan dukungan juga sedang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar keduanya.
Agar intervensi tepat dan sesuai kebutuhan, Kemensos bakal menelusuri kondisi keluarga, dokumen pendukung, kepemilikan aset, beserta informasi lainnya yang dibutuhkan.
Gus Ipul menambahkan, pengalaman ini menegaskan pentingnya akurasi data masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Karena itu, ia kembali menyerukan agar pemerintah daerah bertindak pro aktif dalam pemutakhiran data.
"Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting. Dan satu tahun lebih ini, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan konsolidasi data," ujarnya.
"Jadi kita tidak akan tahu, kita tidak akan lakukan tindakan, kalau kita tidak melakukan [pemutakhiran] data yang baik. Nah, inilah yang sedang kita lakukan setahun terakhir ini dengan daerah supaya kita dapat data yang lebih akurat," pungkas Gus Ipul.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































