tirto.id - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) akan terus mendukung upaya Dewan Pers dalam memperkuat fungsi dan perannya di era digital. Hal ini disampaikan dalam acara diskusi bulanan sekaligus peringatan ulang tahun ke-8 AMSI di Gedung I-Hub SINDO, Jakarta, Kamis (24/4/2025).
"Kami ingin melihat Dewan Pers yang lebih proaktif, responsif, dan mampu menjawab tantangan digitalisasi media dan keberlangsungan bisnis media," kata Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, dalam keterangannya, Senin (28/4/2025).
Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menekankan pentingnya pelibatan asosiasi dalam menyusun kebijakan, serta perlunya kolaborasi dalam menghadapi tantangan seperti disinformasi, kehadiran AI generatif, dan perubahan cepat dalam ekosistem media.
“Perubahan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan kolaborasi yang solid. Dewan Pers dan insan pers harus menjadi garda depan menjaga kualitas demokrasi,” tutur Ninik.
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menyoroti kompleksitas ekosistem informasi di era AI. Dia menilai, ketika kecerdasan buatan bisa memproduksi informasi dan merekayasa distribusinya, sehingga seolah viral, daya jangkau, dan pengaruhnya bisa melebihi perusahaan pers pada umumnya.
Dahlan memandang Dewan Pers perlu berperan sebagai lembaga independen yang melindungi publik dari informasi yang tidak etis buatan AI dan memastikan pengaruh pers dalam menjaga imajinasi kolektif publik tentang demokrasi, hak asasi manusia dan keadilan, tetap terjaga.
Di sisi lain, Pemimpin Redaksi INews Network, Muhammad Jazuli, juga menyoroti pentingnya dukungan Dewan Pers terhadap media televisi yang sedang beradaptasi di era digital.
“Platform digital telah menjadi kompetitor utama. Kita butuh regulasi yang adil dan kebijakan yang berpihak pada jurnalisme berkualitas,” katanya.
Dewan Pers Harus Jadi Navigator
Badan Pengawas dan Pertimbangan Organisasi AMSI, Wenseslaus Manggut, mengatakan Dewan Pers harus menjadi navigator yang cerdas dalam menata ekosistem media yang semakin cair dan cepat berubah.Mantan Ketua Umum AMSI ini menegaskan pentingnya platform digital seperti Google, Meta, dan TikTok terlibat dalam diskusi semua pemangku kepentingan untuk mendukung jurnalisme berkualitas.
"Ke depan, kolaborasi antar elemen media dengan platform digital, dan keberanian mengambil langkah tegas sangat dibutuhkan," tutur Wenseslaus.
Untuk diketahui, diskusi tersebut melibatkan lebih dari 50 peserta yang terdiri dari pimpinan media, pemangku kepentingan di industri media, serta perwakilan organisasi profesi jurnalis dan perusahaan pers, termasuk dari Dewan Pers, AJI, IJTI, SMSI, dan mitra donor AMSI.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi perusahaan media dan jurnalis dalam menghadapi tantangan dunia pers di era digital yang semakin kompleks.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































