Menuju konten utama

Amran Klaim Hilirisasi Kelapa, CPO, & Gambir Hasilkan Rp35.000 T

Amran menegaskan, total potensi hilirisasi ketiga komoditas tersebut sejalan dengan arah kebijakan besar pemerintahan saat ini.

Amran Klaim Hilirisasi Kelapa, CPO, & Gambir Hasilkan Rp35.000 T
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Gandeng UGM Percepat Hilirisasi dan Inovasi Pertanian, Jakarta,
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengklaim hilirisasi tiga komoditas perkebunan utama Indonesia, yakni kelapa, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan gambir, berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp35.000 triliun.

Menurut dia, potensi tersebut dapat diraih apabila Indonesia tidak lagi hanya mengekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah, melainkan mengolahnya menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi.

“Kalau kita hilirisasi tiga saja, CPO, kelapa kita nomor satu dunia, itu kita bisa rebut ini Rp35.000 triliun. Ini berapa kali APBN? 10 kali APBN,” kata Amran dalam acara Gandeng UGM Percepat Hilirisasi dan Inovasi Pertanian, Jakarta, seperti dikutip dari kanal YouTube Kementerian Pertanian, Senin, (29/06/2026).

Untuk komoditas kelapa, Amran menyebut nilai ekspor saat ini baru mencapai Rp24 triliun, namun berpotensi melonjak signifikan jika diolah lebih lanjut menjadi produk turunan bernilai tinggi.

“Ini kelapa dulu ekspor kita Rp24 triliun, kalau kita hilirisasi 100 kali lipat. Berarti Rp2.400 triliun itu hanya isi kelapa,” ujarnya.

Berdasarkan data yang sama, kelapa dengan produksi 16,8 miliar butir senilai Rp25,2 triliun diproyeksikan menghasilkan nilai tambah Rp10.000 triliun jika diolah menjadi produk seperti minyak kelapa murni (virgin coconut oil/VCO) dan santan kemasan (coconut milk).

Sementara untuk gambir, Amran menyoroti posisi Indonesia sebagai pemasok 80 persen kebutuhan dunia, namun proses pengolahannya justru banyak dilakukan oleh India.

“Gambir 80 persen kita supply. Yang memproses adalah India, ini Rp5.000 triliun,” ucapnya,

Terkait CPO, Amran menyebut potensi nilai tambah hilirisasi mencapai Rp15.000 triliun jika diolah menjadi berbagai produk turunan seperti bahan baku skincare, tinta, hingga sabun.

“CPO bisa Rp15.000 triliun buat skincare, Bu. Bisa ini, bisa tinta, bisa sabun,” ujarnya.

Amran menegaskan, total potensi hilirisasi ketiga komoditas tersebut sejalan dengan arah kebijakan besar pemerintahan saat ini.

“Tiga saja Rp35.000 triliun. Itulah arah kebijakan besar Bapak Presiden,” katanya.

Menurut Amran, komoditas gambir juga memiliki prospek serupa apabila tidak lagi dijual sebagai bahan mentah. Ia menilai hilirisasi ketiga komoditas tersebut dapat memperkuat daya saing industri nasional sekaligus meningkatkan pendapatan negara dari sektor pertanian dan perkebunan.

Amran optimistis pengembangan hilirisasi tidak hanya akan meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari krisis pangan hingga krisis energi.

“Kalau ini terjadi, dunia krisis energi, krisis pangan, krisis air, tiga-tiganya solusinya di Indonesia,” kata Amran.

Baca juga artikel terkait HILIRISASI atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Andrian Pratama Taher