Menuju konten utama

Pemerintah Petakan SDM Industri Farmasi hingga Motor Nasional

Pemerintah mulai menghitung kebutuhan SDM yang akan dibutuhkan oleh industri-industri baru maupun industri yang tengah diperluas kapasitasnya.

Pemerintah Petakan SDM Industri Farmasi hingga Motor Nasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan percepatan hilirisasi yang didorong Presiden Prabowo Subianto bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karenanya, Kemendiktisaintek diminta Prabowo untuk memetakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pengembangan sejumlah industri strategis yang menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Sektor-sektor yang bakal dipercepat pengembangannya antara lain, farmasi, mobil nasional, hingga motor nasional.

"Secara umum, intinya adalah bagaimana percepatan industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden bersama Danantara. Banyak program mulai dari farmasi, perkembangan industri farmasi, perkembangan mobil nasional, motor nasional dan lain-lain. Program-program hilirisasi itu bisa dipercepat," kata Brian kepada awak media usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah juga menyiapkan fondasi SDM untuk mendukung ambisi menghadirkan kendaraan nasional, baik mobil maupun motor, yang masuk dalam agenda penguatan industri dalam negeri. Menurut Brian, percepatan pengembangan berbagai sektor industri tersebut harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang memadai. Karena itu, pemerintah mulai menghitung kebutuhan SDM yang akan dibutuhkan oleh industri-industri baru maupun industri yang tengah diperluas kapasitasnya.

"Kami diminta memastikan SDM-SDM lulusan perguruan tinggi kita itu nantinya betul-betul memenuhi SDM untuk pengembangan industrialisasi yang memang tidak sedikit itu," ujarnya.

Menurut Brian, pemetaan dilakukan karena Prabowo tidak ingin proyek-proyek hilirisasi yang dipercepat justru menghadapi hambatan karena kurangnya tenaga ahli yang sesuai kebutuhan. Ia mencontohkan, kebutuhan tenaga kerja di bidang tertentu harus dapat diprediksi sejak awal agar perguruan tinggi dapat menyesuaikan kapasitas dan kompetensi lulusannya.

"Kami diminta betul-betul memastikan jangan sampai nanti industri yang akan di-boosting ini, akan dikembangkan secara cepat ini akan kekurangan SDM atau SDM-nya nanti tidak sesuai. Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, tapi ternyata lulusannya tidak sesuai," tutup Brian.

Baca juga artikel terkait HILIRISASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama