Amien Rais Pernah Diminta Seorang Menteri Batalkan Aksi Bela Islam

Oleh: M. Ahsan Ridhoi - 21 Mei 2018
Dibaca Normal 1 menit
Amien Rais mengklaim pernah ada seorang menteri memintanya untuk mendorong pembatalan Aksi Bela Islam yang menuntut pemidanaan Ahok di kasus penistaan agama.
tirto.id - Pembina Alumni 212, Amien Rais bercerita bahwa dirinya pernah diminta salah seorang menteri untuk membatalkan aksi bela Islam. Aksi yang dimaksud oleh Amien ialah demonstrasi massa untuk menuntut pemidanaan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena kasus penistaan agama.

"Jadi seorang menteri. Sebut saja namanya Fulan, bertemu saya tiga kali minta, 'Pak Amien Anda kan kalau ngomong masih didengar sebagian masyarakat, jadi Aksi Bela Islam tidak usah lagi untuk demo. Karena Ahok akan dilimpahkan ke ranah hukum'," kata Amien dalam acara peringatan 20 tahun reformasi, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Namun, Amien tidak menjelaskan aksi bela Islam jilid berapa yang dia maksud. Dia hanya menyatakan bahwa kala itu dirinya bertanya pada si menteri, yang dimaksud dengan "dilimpahkan ke ranah hukum" adalah apakah "Ahok akan dipenjara". Menurut Amien, jawaban si menteri saat itu tidak memuaskannya.

"Oh enggak? Saya tidak mungkin (batalkan aksi) karena akan menjadi lawan berat teman-teman saya sendiri," ujar Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Merasa ditolak, kata Amien, beberapa waktu setelahnya si menteri itu menemui dirinya lagi. Tapi, Amien mengaku saat itu tak berbicara banyak lagi dengan si menteri. Amien mengklaim langsung menolak permintaan si menteri sambil menegaskan dirinya tidak bisa disogok.

"Bung, saya beragama. Situ juga beragama. Jadi Anda jangan pernah terbesit satu detikpun meyakini saya bisa disogok. Bung, dunia itu kata nabi saya seperti sarang nyamuk, sementara, dan akhirat selamanya," kata Amien menceritakan jawabannya kepada si menteri.

Sayangnya, Amien tidak menjelaskan apakah si menteri memang datang dengan niat menyogok dirinya atau tidak.

Aksi massa menuntut pemidanaan Ahok marak terjadi pada jelang akhir 2016 dan awal 2017. Semula Ahok menuai kecaman karena dituding telah melecehkan agama Islam akibat pernyataannya tentang surat Al-Maidah ayat 51. Kecaman tersebut lantas berubah menjadi serangkaian aksi bela Islam berjilid-jilid.

Puncaknya adalah pada 2 Desember 2016 atau sering disebut dengan Aksi 212. Saat itu pihak penyelenggara aksi mengklaim terdapat 7 juta umat Islam berkumpul di Monas. Dalam aksi tersebut, Presiden Jokowi datang menemui massa.

Rentetan aksi terus berlanjut sampai 2017. Ahok akhirnya dinyatakan bersalah oleh PN Jakarta Utara dan divonis dengan hukuman 2 tahun penjara.


Baca juga artikel terkait AKSI BELA ISLAM atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - Politik)

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight