Menuju konten utama

Amalan Nisfu Sya'ban 2024: Baca Yasin, Doa, hingga Istighfar

Daftar amalan Nisfu Sya'ban di antaranya membaca doa nisfu syaban, membawa Al-Qur'an misalnya Surat Yasin, membaca istighftar, dan 2 kalimat syahadat.

Amalan Nisfu Sya'ban 2024: Baca Yasin, Doa, hingga Istighfar
Umat muslim membaca Al Quran saat beriktikaf di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Senin (3/5/2021). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.

tirto.id - Amalan Nisfu Sya'ban sesuai sunnah yang bisa dilakukan di antaranya membaca doa, dua kalimat syahadat, istighfar, hingga tadarus Al-Qur'an. Malam nisfu syaban tahun ini, yaitu malam 15 Syaban 1445 H bertepatan dengan Sabtu, 24 Maret 2024 sejak bakda maghrib.

Malam nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa yang memiliki banyak keutamaan. Seorang muslim yang menemui malam nisfu syaban dianjurkan untuk memperbanyak amalan, salah satunya ngaji malam Nisfu Sya'ban.

Malam nisfu syaban juga sering disebut dengan malam maghfirah atau pengampunan. Pada malam tersebut, Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi seluruh hamba-Nya, kecuali orang-orang yang musyrik dan munafik. Karenanya, istighfar malam Nisfu Sya'ban juga sangat dianjurkan.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi sebagai berikut, “[Rahmat] Allah turun ke bumi pada malam nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian [kemunafikan],” (HR. Baihaqi).

Di samping itu, malam nisfu syaban juga dapat diisi dengan menggunakan amalan-amalan utama yang lain. Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menyebutkan beberapa amalan yang penting untuk dilakukan pada malam nisfu syaban.

Amalan-amalan itu di antaranya memperbanyak doa, memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, dan memperbanyak istighfar.

Penjelasan lengkap mengenai doa amalan nisfu syaban, keutamaan dan amalan malam nisfu syaban, hingga apa saja yang dibaca pada malam nisfu syaban akan dibahas berikut ini.

Amalan-Amalan Nisfu Sya'ban

Malam nisfu syaban tahun ini akan jatuh pada hari Sabtu, 17 Maret 2024 sejak bakda maghrib. Adapun beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut datangnya malam penuh maghfirah dari Allah adalah sebagai berikut.

1. Membaca Surat Yasin

Malam nisfu syaban merupakan malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dalam tradisi di berbagai daerah, pada malam itu umat Islam berbondong-bondong datang ke masjid ataupun musala untuk membaca Surah Yasin sebanyak 3 kali dan berdoa.

Sebenarnya tidak hanya Surah Yasin saja yang dapat dibaca ketika malam nisfu syaban. Setiap surah di dalam Al Quran memiliki keistimewaannya masing-masing. Namun, Surah Yasin merupakan surah yang sangat popular dan kerap dibaca oleh umat Islam.

Surah Yasin memiliki keutamaan tersendiri. Surah ini merupakan inti Al-Qur'an terletak di sana. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah saw. melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi sebagai berikut:

“Sungguh setiap sesuatu memiliki jantung, dan jantung Al-Qur'an adalah surah Yasin. Barangsiapa yang membacanya, niscaya Allah akan mencatat [pahala] untuknya [seperti pahala] membaca Al-Quran sebanyak 10 kali,” (HR. Tirmidzi)

2. Membaca Doa

Setelah membaca Surah Yasin, biasanya umat Islam akan melantukan doa memohon umur panjang, rezeki yang berkah dan mati dalam keadaan husnul khatimah. Doa dibaca di sela-sela setiap selesai membaca Surah Yasin secara bergantian.

Dikutip dari laman NU Online oleh Alhafiz Kurniawan (2018), Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan doa malam nisfu syaban sebagai berikut:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Arab Latin:

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya:

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.” (Kitab Maslakul Akyar, 78-80)

3. Bersedekah

Fadhilah malam nisfu sya'ban selanjutnya adalah melakukan sedekah, baik sedekah subuh atau sedekah-sedekah lainnya yang dilakukan secara ikhlas serta mengharap ridho Allah SWT.

Sedekah juga bisa dalam bentuk memberi makan orang yang berpuasa, dan ini salah satu amalan yang bisa pula dilakukan oleh wanita yang sedang haid. Misalnya, ada anggota keluarga sedang berpuasa nisfu sya'ban, sedekah yang diberikan memberikan atau menyiapkan hidangan berbukanya.

Keutamaan memberi makan berbuka ini tidak bisa diremehkan, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, dia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun,” (HR. At-Tirmidzi).

4. Mengikuti pengajian atau menghadiri kajian Islam

Saat malam nisfu syaban, Anda juga bisa menuntut ilmu agama di Majelis Taklim. Dengan mengikuti kajian saat malam nisfu syaban, selain mendapatkan ilmu baru, tetapi juga bisa sebagai sarana silaturahmi dengan kaum muslim.

5. Memperbanyak Shalat Sunah

Amalan nisfu syaban lainnya adalah dengan memperbanyak shalat sunah, seperti salat hajat, tahajud, salat taubat, shalat dhuha, hingga shalat witir.

6. Membaca Dua Kalimat Syahadat

Dua kalimat syahadat merupakan kalimat suci yang dapat diperbanyak untuk dibaca, terlebih pada malam nisfu syaban. Dua kalimat ini adalah bentuk kesaksian seorang hamba kepada tuhannya, yakni Allah SWT dan utusannya, Nabi Muhammad SAW.

Sayyid Muhammad bin Alawi melalui kitab Ithmi’nanul Qulub Bidzikri ‘Allamil Ghuyu menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, terutama seperti pada malam nisfu syaban sebagai berikut:

“Seyogianya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

7. Memperbanyak Istighfar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ketika malam nisfu syaban Allah akan turun ke bumi dan membuka pengampunan bagi seluruh hambanya, kecuali mereka yang musyrik dan munafik.

Maka dari itu, memperbanyak membaca kalimat istighfar maupun sayyidul istighfar sangat dianjurkan pelaksanaannya.

Sayyid Muhammad bin Alawi masih dalam kitab yang sama, Ithmi’nanul Qulub menegaskan bahwa istighfar merupakan amalan yang utama dan keberadaanya baik untuk selalu diamalkan oleh umat Islam, terkhusus waktu-waktu istimewa seperti malam nisfu syaban.

Di samping itu, istighfar juga memiliki keutamaan seperti memudahkan rezeki, memudahkan kesulitan dan menghilangkan kesedihan.

Baca juga artikel terkait MALAM NISFU SYABAN atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Dhita Koesno