tirto.id - Allied Hill Limited merupakan pemilik saham terbesar PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), yang belakangan ini berkaitan dengan bencana di Sumatera.
Toba Pulp buka suara soal tuduhan jadi penyebab bencana tersebut. Perusahaan menegaskan, operasional mereka tidak berkaitan dengan tuduhan penyebab bencana ekologi.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (1/12/2025), Direktur sekaligus Corporate Secretary Toba Pulp Lestari, Anwar Lawden, menegaskan penolakan perusahaan atas seluruh tuduhan.
Menurut Anwar, seluruh kegiatan hutan tanaman industri (HTI) milik perusahaan telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) oleh pihak ketiga untuk memastikan penerapan prinsip pengelolaan hutan lestari.
Dari total areal konsesi 167.912 hektare, hanya sekitar 46.000 hektare yang dikembangkan sebagai tanaman eucalyptus, sementara sisanya dipertahankan sebagai kawasan lindung dan konservasi.
Allied Hill Limited Milik Siapa?
Dalam dokumen yang dirilis oleh Toba Pulp Lestari untuk Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Juni 2025, INRU menjelaskan soal Allied Hill Limited selaku pengendali baru Toba Pulp.
Menurut dokumen tersebut, Allied Hill dimiliki 100% oleh Everpro Investments Limited. Everpro ini sepenuhnya dimiliki oleh Joseph Oetomo selaku penerima manfaat akhir perseroan.
Dalam dokumen yang sama, tertanggal 22 Januari 2024, telah terjadi perubahan pengendali secara tidak langsung atas perseroan kepada Joseph, warga negara Singapura.
Joseph mengambil alih pengendalian secara tidak langsung atas 1.283.649.894 saham (mewakili 92,42% dari total modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan).
Allied Hill berkedudukan di Hong Kong dan didirikan berdasarkan hukum Hong Kong pada tanggal 11 April 2025 berdasarkan Certificate of Incorporation (Sertifikat Pendirian) No. 77996046.
Kantor pusat Allied Hill beralamat di 13/F, 136 Des Voeux Road Central, Central, Hong Kong.
Everpro Investments Limited (Everpro) sebagai pemegang saham Allied Hill termasuk perusahaan yang didirikan menurut hukum negara Samoa.
Everpro terdaftar beralamat di Vistra Corporate Services Center, Ground Floor NPF Building, Beach Road, Apia, Samoa.
Profil Joseph Oetomo
Selain diketahui sebagai pemilik Toba Pulp, Joseph Oetomo ini juga pernah muncul dalam Instagram Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo.Pada 23 Juli 2024, Suryo mengunggah foto dengan Joseph disertai keterangan berikut:
"Mendapatkan penjelasan dari Direktur Raja Garuda Emas Joseph Oetomo mengenai produk turunan dari minyak kelapa sawit. Juga produk hilir dari pulp yang bisa menjadi rayon dan diubah menjadi bahan baku pakaian. Kuncinya adalah riset dan pengembangan," tulis Suryo, dikutip Kamis (4/12).
Raja Garuda Emas (sekarang Royal Golden Eagle/RGE) adalah perusahaan kelompok industri berbasis sumber daya yang terintegrasi secara global, dengan bisnis di bidang kertas, minyak sawit, viscose, konstruksi dan energi, properti dan manajemen aset.
RGE didirikan oleh Sukanto Tanoto pada 1973. Joseph Oetomo tercatat sebagai salah satu direktur di perusahaan tersebut bersama Mi Wei Dong (RGE China).
Joseph fokus pada produk turunan minyak kelapa sawit dan pulp, sedangkan Mi Wei Dong menjabat sebagai Direktur RGE China yang mengawasi operasi sehari-hari dan pengembangan bisnis RGE di China.
Mi Wei Dong menjabat sebagai Direktur RGE China sejak tahun 2013. Ia bertanggung jawab atas pengembangan bisnis, investasi, serta proyek-proyek besar RGE di China.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































