tirto.id - Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Anggara Hans Prawira, optimistis akuisisi Lawson dari PT Midi Utama Indonesia (MIDI) bisa mendorong efisiensi gerai tersebut. Salah satunya, dalam hal logistik yang selama ini kurang optimal di bawah MIDI.
“Pertama, saya menyinggung tadi dari sisi logistik. Sehingga, logistik, kami meyakini dengan Alfamart yang isi sebaran jauh lebih luas, mestinya ada efisiensi lebih baik dari sisi logistik,” kata Anggara dalam konferensi pers di Kantor Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Kamis (22/5/2025).
Ia juga menyoroti kesamaan bisnis Alfamart dan Lawson dari sisi ready to drink (RTD) dan ready to eat (RTE) di mana keduanya sama-sama memiliki bean spot. “Kami berharap sinergi ini bisa menguntungkan kedua company. Baik itu Lawson maupun Alfamart bean spotnya,” katanya.
Alfamart juga tengah mengevaluasi sisi struktur organisasi pengelola Lawson secara keseluruhan. Dengan terus melakukan review, ia optimistis kekuatan organisasi RTD Alfamart dan Lawson bisa dapat disinergikan.
Selain itu, kedepan Alfamart juga akan lebih selektif dalam mengembangkan bisnis Lawson, terutama pemilihan produk dan lokasi gerai.
Perbaikan juga akan dilakukan melalui pembenahan bisnis model yang sesuai dengan karakter toko convenience store lebih mengedepankan produk RTD dan RTE.
“Karena dulu terus terang kami merencanakannya agresif sekali (dalam) mengembangkan Lawson. Sehingga strukturnya relatif kita mengatakan sudah cukup besar,” ucapnya.
Sebagai informasi, pemilihan lokasinya yang kurang tepat menjadi salah satu penyebab tutupnya banyak gerai Lawson. Setidaknya, ada 11 gerai yang ditutup sejak 31 Maret 2025 dan menyisakan 363 gerai yang masih beroperasi.
“Tahun 2025 ini, kami akan fokus pada perbaikan bisnis Lawson dengan memanfaatkan gerai-gerai yang sudah ada,” katanya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































