tirto.id - Polda Jabar menangkap sebanyak 147 orang yang terlibat dalam aksi massa di Kota Bandung pada Jumat-Sabtu, 29-30 Agustus 2025. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa 37 orang di antaranya merupakan anak di bawah umur.
Adapun dari 37 anak dimaksud, 23 orang telah dipulangkan dan dijemput oleh orang tua maupun saudaranya.
"Setelah pendataan dan pembinaan, (14 lainnya) akan diserahkan kepada orang tua atau saudaranya," kata Hendra saat dihubungi kontributor Tirto, Minggu (31/8/2025).
Hendra menuturkan, ratusan orang itu ditangkap di lokasi pada malam dan dini hari saat aksi berlangsung, dengan disaksikan petugas lapangan.
"Mereka ditangkap di lokasi demo, malam hari dan kebanyakan dini hari, barang bukti ada sebagian molotov dan saksi-saksi dari petugas lapangan yang melihat mereka anarkis," terang Hendra.
Pantauan kontributor Tirto di Mapolda Jabar, sejumlah orang tua dan saudara yang didampingi badan bantuan hukum menanti kepulangan mereka yang sedang menjalani gelar perkara, pendataan, dan pembinaan. Salah seorang orang tua menunggu sejak pukul 21.00 WIB.
Sebagian dari mereka kemudian dipulangkan pada pukul 23.00 WIB, disambut tangis haru orang tua dan saudara.
Sebagai informasi, aksi massa di Kota Bandung, tepatnya di depan Gedung DPRD Jabar, merupakan bentuk solidaritas atas kematian Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob.
Dalam aksi tersebut, Ilham Renal, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2019, dilaporkan mengalami kekerasan dan penusukan oleh orang tak dikenal di tengah unjuk rasa di sekitar DPRD Jabar, Sabtu (30/8/2025).
Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI, Vidi Sukmayadi, membenarkan bahwa Ilham Renal merupakan mahasiswa UPI.
Vidi mengatakan, pihak kampus berkomitmen memberikan dukungan terkait pendampingan medis maupun hukum.
"Alhamdulillah telah ditangani, dan ybs dalam keadaan stabil. Pihak kampus berkomitmen untuk memberikan dukungan terkait pendampingan untuk hal yang terkait dengan medis dan jika diperlukan, pendampingan hukum," kata Vidi saat dihubungi kontributor Tirto.
Pihaknya juga mengimbau agar seluruh sivitas akademika UPI menahan diri dan menjaga kondusivitas, serta tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Menghimbau semua sivitas akademika UPI untuk menahan diri, diharapkan meningkatkan kehati-hatian, serta sementara waktu menghindari titik-titik keramaian atau kerumunan yang berpotensi menimbulkan gesekan, serta menjauhi provokasi dari pihak manapun," jelasnya.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































