Menuju konten utama

Aksi Buruh Pindah dari DPR ke JCC, Klaim Tak Ada Tekanan Politik

Said menegaskan, pemindahan lokasi ini juga bukan karena permintaan atau tekanan pihak mana pun dan menegaskan pemindahan itu murni karena melihat situasi.

Aksi Buruh Pindah dari DPR ke JCC, Klaim Tak Ada Tekanan Politik
Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja mengikuti konsolidasi nasional di Aula Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (30/10/2025). tirto.id/Rahma

tirto.id - Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja mengikuti konsolidasi nasional di Aula Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025). Mereka hadir mengenakan atribut serikat masing-masing seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), ada pula Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Mulanya, aksi para buruh akan digelar di depan Gedung DPR RI sebagaimana aksi demonstrasi yang biasa dilakukan para buruh. Akan tetapi, rencana itu berubah.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan situasi politik dan keamanan. Menurut informasi yang diperoleh Said Iqbal, situasi politik pasca demo berujung kericuhan pada akhir Agustus lalu belum kondusif.

“Setelah kami pertimbangkan dengan sungguh-sungguh dan memetakan beberapa informasi yang kami dapat bahwa situasi politik pasca kejadian 28 Agustus, 29, 30 Agustus yang lalu, belum kondusif,” kata Said saat konferensi pers di JCC, Kamis (30/10/2025).

Said menegaskan, pemindahan lokasi ini juga bukan karena permintaan atau tekanan pihak mana pun. Menurutnya, pemindahan ini murni karena melihat situasi terkini.

Di saat yang sama, Said tak menampik mahalnya biaya penyewaan di JCC. Menurutnya, KSPI dan Partai Buruh tetap independen dan membiayai seluruh kegiatan aksi secara mandiri.

“Tapi akhirnya kami minta ada diskon-diskon pada pengelola. Kalau enggak ya sudah, kami mau ke DPR aja. Kita juga enggak mau lagi diskusi apapun. Akhirnya mungkin pengelola JCC berkomunikasi dengan Sekretariat Negara ya. Kalau enggak salah dibawa Sekretariat Negara, mungkin terjadi diskusi,” tutur Said.

Lebih jauh, dia menambahkan bahwa langkah memindahkan aksi ke tempat tertutup juga bukan hal baru bagi KSPI. Ia menyebut sejumlah kegiatan sebelumnya, salah satunya May Day, juga pernah digelar di lokasi dalam ruangan seperti Istora Senayan atau Sport Mall Kelapa Gading.

“Ini bukan yang pertama kali aksi di luar lapangan dipindahkan ke dalam lapangan. Bagi KSPI itu bukan pertama kali, sudah berkali-kali,” katanya.

“Bagi kami kan yang penting sikap disampaikan secara terbuka. Pesan tersampaikan, dan independensi tetap terjaga karena demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang memberikan ruang yang cukup independensi bagi kalangan masyarakat sipil,” tambah Said.

Baca juga artikel terkait AKSI BURUH atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher