Menuju konten utama

Aksi BEM UI Gotong Keranda Simbol Matinya Reformasi Polri

BEM UI bawa keranda hijau dan karangan bunga ke Mabes Polri pada Hari Bhayangkara ke-80. Simbol duka cita atas matinya reformasi kepolisian.

Aksi BEM UI Gotong Keranda Simbol Matinya Reformasi Polri
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia (UI) melakukan aksi blokade di Jalan Trunojoyo, Melawai, Kebayoran Baru, pada Rabu (1/7/2026). tirto.id/ Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi nekat dengan menggotong keranda berbalut kain hijau ke Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026) sore.

Aksi simbolik yang berujung pada blokade jalan Jalan Trunojoyo tersebut dilakukan tepat pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai bentuk protes keras atas apa yang mereka sebut sebagai matinya reformasi di tubuh institusi kepolisian.

Berdasarkan pantauan Tirto di lokasi, puluhan mahasiswa UI itu tiba di Jalan Trunojoyo, tepatnya di depan kantor Sekretariat ASEAN, pada sekitar pukul 15.40 WIB.

Namun, setibanya di lokasi, sekitar 50 mahasiswa itu diadang oleh aparat kepolisian. Akhirnya, mereka pun memilih untuk melakukan blokade jalan sebagai bentuk protes.

Para mahasiswa pun membentangkan karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Matinya Reformasi Polri” serta sebuah keranda berbalut kain hijau.

Hafidz, salah seorang perwakilan mahasiswa, mengatakan, karangan bunga dan keranda itu menjadi simbol atas kematian reformasi Polri.

Menurutnya, aspirasi masyarakat untuk mereformasi institusi kepolisian menyusul insiden meninggalnya Affan Kurniawan pada Agustus 2025 lalu justru mati dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Polri yang baru.

“Simbol bahwa hari ini, pada Hari Bhayangkara, kami berturut berduka cita atas kematiannya reformasi Polri,” kata Hafidz kepada wartawan di lokasi.

“Tapi nyatanya mereka tidak peduli dengan ajakan kami untuk memberi [masukan], dan mereka malah tiba-tiba mengetok adanya reformasi Polri, Undang-Undang Polri tersebut,” lanjutnya.

Massa BEM UI juga menyoroti sejumlah kasus yang melibatkan institusi kepolisian dan belum kunjung selesai hingga saat ini.

Beberapa di antaranya adalah kasus kematian Affan, sampai dengan kasus kematian Aryanto Tawakal, seorang pelajar berusia 14 tahun yang meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Brimob di Kota Tual, Maluku.

“Ia dibunuh oleh institusi polisi yang seharusnya mengayomi dan melindungi kita. Ini merupakan kekecewaan besar kita. Dan apakah ada bentuk pembenahan ataupun lanjutan dari hal tersebut? Tentu saja tidak ada,” kata Hafidz.

Sampai dengan Rabu sore pukul 16.36, puluhan mahasiswa UI itu masih berkumpul di depan kantor Sekretariat ASEAN dan melakukan sejumlah aksi, seperti membaca puisi, menyampaikan orasi, sampai menabur bunga.

Baca juga artikel terkait REFORMASI POLRI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah