Menuju konten utama

Akan Dibawahi oleh Presiden, Bulog Mau Caplok Pasar Beras Swasta

Dirut Bulog menilai, dominasi swasta dalam pengelolaan harga dan stok pangan berisiko menimbulkan masalah serius apabila terjadi kondisi tidak terduga.

Akan Dibawahi oleh Presiden, Bulog Mau Caplok Pasar Beras Swasta
Pekerja mengangkut dan menata beras di gudang penyimpanan Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/1/2026). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/bar

tirto.id - Pemerintah berencana mengubah status kelembagaan Bulog yang saat ini berbentuk Perusahaan Umum (Perum) menjadi badan otonom yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, meski rencana tersebut belum final, langkah inipenting untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional. Pasalnya, sampai saat ini harga beras di dalam negeri masih banyak dikendalikan oleh pihak swastayang memegang dominasi di pasar.

“Apa sih artinya kemandirian pangan? Berarti negara itu betul-betul harus mandiri mengelola pangan itu. Sekarang kan, mohon maaf. Ini yang mengelola harga beras, mengendalikan ini rata-rata kan malahan banyak dikuasai swasta,” ungkapnya di acara Fun Sport & Networking Session Bersama Direksi Perum Bulog di D’GAT55, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).

Melalui perubahan status menjadi badan otonom, Rizal berharap tata kelola komoditas pangan—terutama kebutuhan pokok—dapat semakin membaik. Dengan demikian, komoditas pangan strategis seperti beras bisa dikelola sepenuhnya oleh negara.

“Nah, inilah yang mau diperbaiki oleh Bapak Presiden, dengan kami-kami ini. Kami di bawahan, staf-stafnya ini untuk mengembalikan itu (kemandirian pangan). Jadi, yang mengendalikan (harga dan stok komoditas pangan) harus negara. Nah, kalau nggak negara, nanti bahaya,” tuturnya.

Rizal menilai, dominasi swasta dalam pengelolaan harga dan stok pangan berisiko menimbulkan masalah serius apabila terjadi kondisi tidak terduga. Ia khawatir masyarakat akan terdampak langsung jika harga melonjak di tengah keterbatasan pasokan.

“Tau-tau disabotase. Dukungan logistiknya diberhentikan. Padahal nggak makan. Rakyatnya ribut nanti. Nah jadi itulah ke depan. Makanya negara harus betul-betul mandiri pangan. Mandiri pangan itu ya bukan hanya beras. Ya ada jagung, ada minyak, ada gula, ada susu, ada telur, ada daging. Dan seterusnya, seterusnya,” jelas Rizal.

Sementara itu, dalam skema yang tengah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sebagian struktur Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan dilebur ke dalam Bulog dan Kementerian Pertanian (Kementan). Setelah proses restrukturisasi tersebut, Bulog direncanakan bertransformasi menjadi badan tersendiri yang berada langsung di bawah Presiden.

Baca juga artikel terkait BULOG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana