tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan operasional penerimaan jemaah haji Indonesia memasuki fase kedua sejak Sabtu (17/5/2025) lalu. Fase ini menandai fokus layanan kedatangan jemaah haji yang semula di Madinah, kini menjadi di Jeddah.
Berdasarkan pantauan Tirto pada data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI, Senin (19/4) pukul 08.07 WIB, sebanyak 71.172 jemaah haji telah sampai di kota Mekkah. Jumlah tersebut mencakup gabungan 184 kelompok terbang (kloter) yang 30 di antaranya berasal dari kedatangan gelombang II, Jeddah.
Angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jemaah gelombang II yang saat ini sudah sampai di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Secara keseluruhan, 116.906 jemaah haji telah tiba di Arab Saudi melaksanakan ibadah haji. Dari jumhlah itu, 25.345 orang di antaranya adalah lansia.
Jumlah jemaah haji yang sudah tiba mencakup 300 kloter atau 57,14 persen dari total 525 kloter yang direncanakan akan beribadah tahun ini. Jika melihat dengan total kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 203.320 orang, maka progres keberangkatan saat ini sudah lebih dari separuh jemaah, yaitu mencapai 57,5%.
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ali Machzumi mengimbau agar jemaah beristirahat dengan cukup setibanya di hotel Makkah. Pasalnya, beberapa jam kemudian jemaah akan melakukan umrah wajib.
Ali mengatakan bagi jemaah yang berhaji Tamattu, bisa melepaskan keadaan ihram setelah tahallul. Namun, bagi yang berhaji Ifrad atau Qiran, setelah umrah qudum wajib menjaga keadaan ihram sampai pelaksanaan haji nanti.
Oleh karena sejumlah aktivitas yang akan mengurasi energi, Ali mengimbau agar jemaah tak memaksakan diri untuk salat di Masjidil haram. Bagi yang sakit, lansia dan penyandang disabilitas, disarankan agar Allah salat di musala hotel.
"Kami juga mengingatkan agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Tidak memaksakan diri umrah Sunnah berulang kali, karena untuk menjaga energi agar bisa melaksanakan ibadah di Armuzna dengan lancar," kata Ali dalam keterangan resminya, Senin.
Selama di hotel, jemaah juga diimbau untuk mengikuti manasik haji. 'Jemaah bisa mengisi waktunya dengan memperbanyak tadarus Al-Quran, sedekah, zikir, shalawat, dan amal ibadah lainnya. Setiap kali amalan akan dilipatgandakan 100.000.
"Kami mengimbau sekali lagi kepada jemaah agar tidak lupa membawa kartu nusuk di manapun pergi dan tidak berziarah di luar Kota Makkah sebelum puncak haji," tutur Ali.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































