Menuju konten utama

6 Periode Zaman Paleozoikum Beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya

Zaman Paleozoikum terbagi jadi 6 periode. Berikut 6 periode zaman Paleozoikum beserta ciri-ciri dan penjelasannya. 

6 Periode Zaman Paleozoikum Beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya
Pengunjung melihat koleksi prasejarah dan sejarah di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/11/2021).. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp.

tirto.id - 6 periode zaman Paleozoikum adalah Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm yang berlangsung sekitar 500 juta tahun hingga 225 juta tahun lalu. Pada zaman Paleozoikum, suhu di bumi telah mengalami penurunan drastis dan semakin dingin.

Maka itu, mulai muncul beberapa jenis makhluk hidup di bumi. Hewan pertama yang ada di bumi merupakan binatang kecil yang tidak punya tulang punggung. Di kelompok tumbuhan, mulai ada ganggang yang tumbuh.

Zaman Paleozoikum juga kerap disebut sebagai zaman primer. Pada saat itu, iklim di bumi sering mengalami perubahan, dan curah hujan tergolong sangat tinggi.

Beberapa jenis hewan dan tumbuhan pada masa Paleozoikum hanya tersisa fosilnya (sisa makhluk hidup yang telah membatu). Fosil-fosil itu umumnya ditemukan di batu-batu karang.

Mengutip Modul Geografi Kelas X terbitan Kemdikbud, ciri-ciri kondisi bumi pada masa Paleozoikum adalah sebagai berikut:

  • Mulai ada kehidupan baru di Bumi berupa mikroorganisme
  • Keadaan bumi dalam keadaan belum stabil
  • Iklim di bumi sering mengalami perubahan
  • Curah hujan di bumi sangat tinggi
  • Masa Paleozoikum berlangsung sekitar 340 juta tahun

6 Periode Zaman Paleozoikum dan Penjelasannya

Zaman Paleozoikum dapat dibagi menjadi 6 periode, mulai yang paling tua hingga termuda. Enam periode zaman Paleozoikum adalah Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm.

Berikut penjelasan 6 periode zaman Paleozoikum dan ciri-cirinya:

1. Periode Kambrium

Periode Kambrium berlangsung sekitar 500 sampai 570 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, ada 3 macam fauna di periode Kambrium, yaitu:

  • Fauna Kambrium Bawah: bersifat kosmopolit dan beberapa jenis binatang tersebar di banyak bagian dunia.
  • Fauna Kambrium tengah: Bumi terbagi menjadi daerah – daerah fauna di Pasifik dan Atlantik.
  • Fauna Kambrium Atas: beberapa daerah meliputi jenis fauna Pasifik dengan ciri Diclocephalus dan telah menembus dataran Eropa dampai China. Kemudian terdapat Olenus yang tersebar di daerah fauna Atlantik.

2. Periode Ordovisium

Periode Ordovisium berlangsung sekitar 435 sampai 500 juta tahun yang lalu. Di periode ini, ada beberapa jenis hewan seperti ikan tanpa rahang.

Periode Ordovisium juga menjadi masa perkembangan pesat bagi Graptolit dan Trilobit, sedangkan echinodermata dan branchiopoda mulai mengalami penyebaran. Echinodermata dan Branchiopoda mulai mengalami penyebaran.

3. Periode Silur

Periode Silur berlangsung sekitar 395 sampai 435 juta tahun yang lalu. Pada periode ini, spesies laut sedang mengalami kepunahan sebesar 60%. Namun, selama periode ini pula, terdapat tanda-tanda tertua adanya kehidupan vertebrata yang muncul.

4. Periode Devon

Periode Devon berlangsung sekitar 345 sampai 395 tahun yang lalu. Pada periode ini, vertebrata dan juga arthropoda mulai naik dan beradaptasi ke atas daratan. Upaya tersebut dilakukan oleh vertebrata dan arthropoda dengan memaksimalkan oksigen yang dihirup sehingga organisme itu bisa menyebar hingga ke daratan, bahkan sampai seluruh dunia.

5. Periode Karbon

Periode Karbon berlangsung sekitar 280 sampai 345 juta tahun yang lalu. Pada periode ini, mulai muncul lapisan batu kapur tebal di bebatuan. Selain itu, terdapat banyak benua yang bergabung kemudian membentuk wilayah yang lebih luas seperti daratan Eropa dan Amerika Utara.

6. Periode Perm

Periode Perm berlangsung sekitar 225 sampai 280 juta tahun yang lalu. Periode ini dibagi menjadi tiga yakni Cisuralian, Guadalupian, dan Lopongian. Pada periode ini, spesies reptil telah mengalami perkembangan pesat, bahkan beberapa enis telah mengalami kemiripan dengan spesies mamalia.

Baca juga artikel terkait GEOGRAFI atau tulisan lainnya dari Mohamad Ichsanudin Adnan

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Mohamad Ichsanudin Adnan
Penulis: Mohamad Ichsanudin Adnan
Editor: Addi M Idhom