tirto.id - Polres Ketapang menangkap tiga orang pengedar narkoba di Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Jumat (8/8/2025) dan Sabtu (9/8/2025). Polisi baru bergerak setelah viralnya unggahan berisi informasi penjualan paket narkoba seharga Rp20 ribu yang dipasarkan pada anak SD.
Kasat Narkoba Polres Ketapang, AKP Aris Pramudji W, membeberkan ketiga pengedar berinisial W (25 tahun), G (26 tahun), dan R (19 tahun). Dia pun mengatakan kasus ini terbongkar pada Jumat sore pukul 16.30 WIB.
“Kami menggerebek sebuah rumah yang dicurigai sebagai lokasi transaksi sabu,” ucap Aris di Polres Ketapang, pada Senin (11/8/2025).
Pada penangkapan tersebut didapati satu klip plastik berisi sabu 2,67 gram bruto, timbangan elektrik, ponsel, kantong klip plastik kecil, dan uang tunai Rp4.105.000.
Petugas kemudian melakukan pengembangan dan bergerak pada sebuah pondok yang diduga kerap jadi lokasi transaksi. Dalam operasi pada Sabtu (9/8/2025) pukul 00.15 WIB, berhasil menangkap dua pengedar lainnya, yaitu BR alias G (26 tahun) dan R alias C (19 tahun).
Petugas pun turut menyita barang bukti berupa sembilan klip sabu seberat 10,57 gram bruto, ponsel, uang tunai Rp3.700.000 dari BR, Rp985 ribu dari R, dan satu sepeda motor Honda CRF.
Sebelumnya, unggahan Goda Tohan viral. Dia menyuarakan tentang maraknya peredaran narkoba di Air Upas dengan menargetkan anak sekolah. Bahkan, usia sekolah dasar (SD) lantaran harganya dipatok hanya Rp20 ribu.
Pemuda asal Air Upas yang selama ini aktif mengampanyekan bahaya narkoba melalui media sosial menyebut, keresahan masyarakat telah mencapai titik tertinggi. Narkoba seperti Sabu sampai Inex bisa diakses secara terbuka dan bebas. Namun, tidak tampak upaya nyata dari pejabat berwenang untuk menghentikannya.
“Saya sebagai pemuda di Air Upas ini sangat was-was. Kita bisa lihat sendiri di lapangan, mereka sampai membuka lapak, ini sungguh ironis dan sangat meresahkan,” ucap Goda di Air Upas, pada Senin (5/8/2025).
Goda juga bisa menyebutkan nama-nama pengedar dan lokasi tempat mereka beroperasi. Tapi, dia mengaku tidak punya kemampuan untuk memberantas peredaran tersebut.
“Ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kami, apakah ada permainan di balik ini semua, padahal mereka jualan pun ada lapaknya seperti di RT 07 Dusun Air Tebadak Desa Air Upas, semua tahu itu hanya saja kami ada keterbatasan tidak bisa menangkap, jadi jika aparat tidak tahu kami bisa tunjukkan,” lanjut Goda.
Kepala Desa Air Upas, Agus Purwanto, saat di temui di tempat yang sama juga menyampaikan kekhawatiran yang sama. Menurutnya narkoba bukanlah hal baru di wilayahnya. Bahkan, sebagian besar masyarakat tahu siapa saja aktor-aktor di balik peredarannya.
“Siapa bandar dan pengedar narkoba di Air Upas ini bukan rahasia lagi. Masyarakat tahu, kami tahu. Tapi yang terjadi, yang ditangkap hanya pemakai dan kaki tangannya saja. Bandarnya tetap aman. Maka wajar kalau masyarakat mulai bertanya-tanya, apakah mereka ini punya pelindung?” lontar Agus pada Senin (5/8/2025).
Patut ditunggu kelanjutan dari pengembangan penangkapan 3 tersangka ini, apakah bisa berujung pada penangkapan bandar besar yang sangat meresahkan warga Air Upas.
=====
Kalbar_info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Kalbar_info
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































