Menuju konten utama

3 Fungsi Properti Tari Beserta Contoh dan Penjelasannya

Berikut 3 fungsi properti tari beserta contoh di beberapa tarian daerah Indonesia dan penjelasannya.

3 Fungsi Properti Tari Beserta Contoh dan Penjelasannya
Penari menampilkan tari piring pada pembukaan Kampoeng Minangkabau Festival 2018 di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Kamis (10/5/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

tirto.id - Terdapat 3 fungsi properti tari yang masing-masing berhubungan dengan gerakan tarian. 3 fungsi properti adalah: (1) mendeskripsikan tema tarian; (2) memperjelas gerakan tari dan karakter dari penari; (3) serta memperindah gerakan tarian.

Properti tari adalah perlengkapan tertentu yang berfungsi untuk membentuk karakteristik khas dari suatu tarian. Properti tari menjadi perlengkapan penari, tetapi tidak termasuk perangkat panggung dan kostum.

Dalam pengertian lainnya, properti tari adalah semua peralatan yang digunakan untuk kebutuhan suatu penampilan tatanan tari atau koreografi.

3 Fungsi Properti Tari dan Contohnya

Properti tari dapat meliputi semua peralatan tarian berupa benda-benda kecil sampai besar. Contoh properti tari ialah kipas, pedang, topeng, panah, tombak, selendang dan lain sebagainya.

Lantas, apa yang dimaksud dengan 3 fungsi tari? Berikut ini penjelasan mengenai 3 fungsi properti tari sebagaimana yang sempat disinggung di atas:

1. Mendeskripsikan tema tarian

Alasan pemilihan benda tertentu menjadi properti tari yang paling utama ialah untuk memperjelas simbol makna dari gerakan tari.

Keberadaan media tambahan membuat penggambaran tema dari sebuah tarian menjadi semakin jelas dan mudah dinilai oleh orang yang menyaksikan.

Contohnya terlihat di tari piring dari daerah Sumatera Barat yang mengusung tema ungkapan rasa syukur akan hasil panen melimpah.

Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam tari piring menggambarkan keseluruhan kegiatan dalam bertani mulai dari menanam, menyiangi, hingga proses memanen. Penggambaran tema tersebut bisa terlihat lebih kuat dengan keberadaan properti berupa piring.

2. Memperjelas gerakan dan karakter penari

Properti tari bisa memperjelas gerakan tarian, karakter, dan watak yang hendak ditunjukkan oleh si penari. Hal ini juga bisa dilihat pada beberapa tarian daerah.

Sebagai contoh, properti tari serimpi dari daerah Yogyakarta dan Surakarta bisa berupa keris kecil (cundrik) terselip di sisi kiri badan penari, beserta tombak, dan alat jemparing (busur serta anak panah). Peralatan senjata itu berfungsi sesuai tema tari serimpi, yang umumnya menggambarkan pertentangan antara baik-buruk, benar-salah, dan akal manusia dengan nafsunya.

3. Memperindah gerakan

Properti tari secara langsung maupun tidak bisa menambah keindahan gerakan penari. Berbagai perlengkapan juga dapat mempertegas pesan dan nilai yang disampaikan dalam gerakan tarian.

Contohnya terlihat dari keberadaan perangkat kipas atau selendang di beberapa tarian khas daerah yang dapat menunjang estetika atau keindahan gerakan si penari. Kibasan kipas dan gerakan dari tangan yang memegang selendang menjadi penambah daya tarik aksi si penari.

20 Contoh Properti Tari

Banyak sekali contoh properti tari yang menggambarkan beragam tema, termasuk di tarian khas daerah Indonesia.

Berikut 20 contoh properti tari yang kerap digunakan dalam tarian daerah di Indonesia:

  1. Keris
  2. Kipas
  3. Pedang
  4. Tombak
  5. Lawung
  6. Gada
  7. Topeng
  8. Sapu tangan
  9. Selendang
  10. Sampur
  11. Payung
  12. Kuda Lumping (Kuda Tiruan)
  13. Piring
  14. Kendi
  15. Busur dan anak panah (jemparing)
  16. Caping
  17. Topi
  18. Ikat pinggang
  19. Tongkat
  20. Tameng.

Baca juga artikel terkait SENI TARI atau tulisan lainnya dari Ai'dah Husnala Luthfiyyah Ans

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ai'dah Husnala Luthfiyyah Ans
Penulis: Ai'dah Husnala Luthfiyyah Ans
Editor: Addi M Idhom