Menuju konten utama

19 Tahun Kamisan, Sumarsih Berharap Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM

Peringatan 19 tahun Aksi Kamisan diwarnai penampilan teater dan penampilan musik oleh grup Sukatani dan The Brandals.

19 Tahun Kamisan, Sumarsih Berharap Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-893 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Pada 18 Januari 2026 mendatang, Aksi Kamisan genap dihelat selama 19 tahun. Aksi Kamisan pertama kali dilakukan pada awal 2007. Di rentang periode itu, aksi damai di seberang Istana Negara ini tetap menyuarakan tuntutan yang sama: keadilan bagi para korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Untuk memperingati 19 tahun Aksi Kamisan, pada Kamis (15/1/2026), ratusan orang berkumpul untuk mendengarkan berbagai orasi dan penampilan musik. Tak terkecuali Sumarsih, salah seorang inisiator aksi tersebut.

Ibu dari Wawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas ditembak aparat pada 1998, itu berharap setelah 19 tahun Aksi Kamisan berdiri ke depannya tidak ada lagi pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

“Negara hukum harus mampu mengadili orang-orang yang bersalah, harus mampu membuat jera orang bersalah, sehingga kesalahan-kesalahan yang dilakukan tidak terulang lagi. Yang melakukan kejahatan HAM tidak melakukan pelanggaran lagi, yang melakukan korupsi tidak korupsi lagi,” ujar Sumarsih.

Selama belasan tahun Aksi Kamisan digelar, Sumarsih mengatakan aksi kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil terus terjadi.

Dia mencontohkan, saat aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu saja, polisi yang melindas Affan Kurniawan dengan mobil rantis masih aktif sebagai anggota dan tidak dilakukan pemecatan. Hal itu, disebut Sumarsih, menjadi bukti bahwa impunitas masih terjadi.

“Jangan lupa bahwa kekerasan aparat itu terus terjadi, bagaimana ketika ada anak itu yang dilindas pakai mobil polisi dan kabarnya juga tidak dihukum ya,” tegasnya.

“Pemerintahan sekarang ini melanggengkan kekerasan aparat, melanggengkan impunitas,” lanjutnya.

Selain Sumarsih, sejumlah tokoh masyarakat sipil juga hadir untuk memperingati 19 tahun Aksi Kamisan. Beberapa di antaranya adalah Direktur Amnesty International, Usman Hamid; Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik; hingga musisi Baskara Putra.

Peringatan 19 tahun Aksi Kamisan juga diwarnai dengan penampilan teater dan penampilan musik oleh grup Sukatani dan The Brandals.

Baca juga artikel terkait AKSI KAMISAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi