tirto.id - Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih masih jauh dari target. Hingga pertengahan November 2025, gudang gerai yang telah memasuki tahap pembangunan baru sebanyak 15.028 unit dari total target 82.780 unit.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Henra Saragih, mengakui perlunya akselerasi. Ia menyebutkan Menteri Koperasi menargetkan pembangunan minimal 20.000 gudang pada November, lalu 40.000 pada 9 Desember, dan 60.000 pada Januari 2025.
“Nah saat ini yang sudah dalam proses pembangunan itu 15.028. Nah ini bergerak terus, Pak Menteri dalam beberapa kesempatan menginginkan bahwa di November ini ya itu sudah minimal 20.000 pembangunan. Terus 9 Desember 40.000, di Januari 60.000 dan kita harapkan di Maret nanti (2026) sudah terbangun keseluruhannya 80.000,” ujar Henra dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jumat (21/11/2025).
Untuk mendukung percepatan ini, Kemenkop telah membagi wilayah kerja menjadi 12 koordinator wilayah (korwil) dan berkoordinasi dengan TNI serta pemerintah daerah untuk menginventarisir lahan. Saat ini, lahan yang sudah terdata di sistem sebanyak 32.071.
Di sisi lain, Kemenkop juga tengah mendorong peningkatan jumlah anggota koperasi secara signifikan. Saat ini, total anggota dari 131.000 koperasi yang ada (eksisting) hanya sekitar 29,8 juta orang.
Dengan memaksimalkan 82.780 Kopdes dan Kopkel Merah Putih yang akan terbentuk, Kemenkop menargetkan penambahan sekitar 40 juta anggota baru.
Henra menjelaskan, jika setiap Koperasi Desa Merah Putih rata-rata merekrut 500 anggota, maka akan ada tambahan sekitar 40 juta orang.
“Kalau ditambahkan saja berarti ada 70 juta harusnya jumlah anggota Koperasi di tahun 2026,” paparnya.
Namun, saat ini data anggota yang terinput di Sistem Informasi Managemen Kopdes (SIM Kopdes) masih rendah. Dari 76.733 koperasi yang terdaftar, yang sudah meng-update profil dan data anggotanya di microsite yang disediakan baru 51.489 koperasi atau 62,19 persen.
Data sementara yang masuk menunjukkan jumlah anggota baru sekitar 1,29 juta, dengan rata-rata hanya 14 anggota per koperasi.
Untuk memantau perkembangan ini, Kemenkop akan terus memantau dari SIM Kopdes yang terintegrasi dengan data Bapenda, Dukcapil, dan Dana Desa, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan terkini.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































