Menuju konten utama

Zuleam, Buron Paling Dicari di Eropa, Masuk Indonesia dari 2023

Zuleam Costinel Cosmin adalah buron subjek Interpol Red Notice. Dia punya catatan pembunuhan sadis di Rumania.

Zuleam, Buron Paling Dicari di Eropa, Masuk Indonesia dari 2023
Konferensi pers penangkapan buron Red Notice Interpol di Gedung Ditreskrimum Polda Bali, Selasa (20/01/2026) malam. Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretariat NCB Interpol Indonesia mengungkap subjek Interpol Red Notice (IRN) bernama Zuleam Costinel Cosmin telah memasuki wilayah Indonesia sejak 14 November 2023. Zuleam merupakan buronan yang paling dicari di wilayah Eropa karena terlibat dalam penyiksaan ekstrem dan pembunuhan di Kota Sibiu, Rumania, pada 6 November 2023.

"Terdeteksi ZCC memasuki wilayah Indonesia pada 14 November 2023 dari Chengdu, Cina menuju Bandara Soekarno-Hatta. Diketahui ZCC juga pernah mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket sebuah maskapai dari Denpasar menuju Kuala Lumpur. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ZCC tidak tercatat dalam data perlintasan," terang Dirreskrimum Polda Bali, I Gede Adhi Mulyawarman, dalam konferensi pers, Selasa (20/01/2026) malam.

Selanjutnya, polisi melakukan pelacakan terhadap Zuleam dari media sosial. Dari sana, terdeteksi bahwa Zuleam masih berada di wilayah hukum Indonesia, tepatnya di Bali.

Adhi mengungkap, upaya pengejaran dan pelacakan posisi Zuleam secara detail cukup sulit karena dia selalu berpindah tempat. Namun, pada akhirnya Zuleam berhasil ditangkap di wilayah Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

"Kami berhasil menangkap yang bersangkutan dengan tim gabungan dan tidak ada perlawanan yang berarti pada tanggal 15 Januari 2026," terangnya.

Kabagjatranin Set NCB Interpol Indonesia, Kombes Pol. Ricky Purnama, menyampaikan Zuleam selalu berusaha menghindari aktivitas yang mencolok. Hal tersebut dilakukannya agar bisa terus berada di Bali dan menghindari kewajibannya untuk berhadapan dengan proses hukum di Rumania.

"Berusaha low profile, tidak terlalu mencolok. Intinya, beliau menyamarkan diri untuk melakukan kegiatan wisata di Bali. Namun, sebenarnya, status yang bersangkutan sudah overstay sejak tahun 2023 yang lalu. Sebelum ke Bali, ZCC sempat tinggal beberapa waktu di Jakarta," ungkap Ricky.

Konpers Penangkapan Buron Red Notice Interpol

Konferensi pers penangkapan buron Red Notice Interpol di Gedung Ditreskrimum Polda Bali, Selasa (20/01/2026) malam. Tirto.id/Sandra Gisela

Ricky mengatakan, status Zuleam sebagai buron Red Notice Interpol baru terbit setelah dia berada di Indonesia. Sebelumnya, pihak pengadilan di Rumania telah menerbitkan daftar pencarian orang. Namun, untuk menerbitkan Red Notice Interpol, terdapat rangkaian prosedur yang harus dijalani.

Selain itu, hasil investigasi Interpol juga menunjukkan bahwa Zuleam pernah datang ke Bali pada tahun 2018. Hal tersebut kemungkinan menjadi alasan dipilihnya Kota Dewata sebagai tempat persembunyian Zuleam selama pelarian.

"Saat kami melakukan penangkapan, kami dapati yang bersangkutan telah berstatus menikah siri dengan warga negara Indonesia (WNI). ZCC berusaha untuk tidak terlalu mencolok, sehingga yang berpenghasilan itu justru pasangan ZCC, yang berwarga negara Indonesia," imbuhnya.

Kedua pasangan tersebut tinggal di rumah kontrakan di wilayah Bali. Namun, Ricky menambahkan, pasangannya tersebut tidak mengetahui status Zuleam sebagai buron yang dicari oleh Interpol.

Zuleam menjadi buron Interpol karena terlibat dalam kasus pembunuhan seorang pengusaha lokal di Rumania.

Bersama dua orang komplotannya, dia menyusup ke rumah pengusaha tersebut, lalu melakukan penyiksaan yang ekstrem terhadap korban hingga meninggal dunia. Zuleam juga mengancam anak perempuan korban dengan senjata api.

Dalam aksi tersebut, para pelaku membawa kabur beberapa barang mewah senilai 200 ribu Euro.

Kedua rekan Zuleam telah ditangkap di Irlandia dan Skotlandia, serta dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara Zuleam berhasil kabur dan menjadi target utama perburuan internasional sejak surat berita penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu, Rumania pada tanggal 19 November 2023.

Bentuk kekerasan yang dianggap melampaui batas wajar dan keberadaan seorang anak yang harus menyaksikan proses tersebut menjadikan Zuleam sebagai buronan yang paling dicari di Eropa. Zuleam juga diketahui merupakan individu yang berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi.

Selanjutnya, Zuleam akan diberangkatkan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (20/01/2026) malam dan akan transit di Timur Tengah untuk melakukan perjalanan ke Rumania. Atas perbuatannya, Zuleam terancam hukuman penjara selama 30 tahun atau seumur hidup.

"Kami terbangkan ke Bucharest, Rumania, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Semoga esok hari sudah tiba dengan selamat di Bucharest untuk langsung dilakukan serangkaian proses administrasi dan tentunya akan diikuti dengan sidang," tutup Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko.

Baca juga artikel terkait WNA BURONAN INTERPOL atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Alfons Yoshio Hartanto