WNI yang Terjebak di Turki Bisa Kembali Pulang

Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 17 Juli 2016
Sekitar 60 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Bandara Attaturk, Turki, bisa kembali melanjutkan perjalanan pulang ke tanah air atau ke tempat lain setelah dibuka kembali oleh pengelola bandara. Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta, Minggu (17/7/2016) disertai keterangan bahwa para petugas bandara telah kembali bekerja dengan normal.
tirto.id - Sekitar 60 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Bandara Attaturk, Turki, bisa kembali melanjutkan perjalanan pulang ke tanah air atau ke tempat lain setelah dibuka kembali oleh pengelola bandara. Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) melaporkan kondisi tersebut ke Jakarta, Minggu (17/7/2016) disertai keterangan bahwa para petugas bandara telah kembali bekerja dengan normal.

"Bandara Attaturk Istanbul sudah kembali normal, petugas sudah kembali memberikan pelayanan," kata Iqbal.

Kudeta militer terhadap kursi kekuasaan Presiden Receep Thayyeb Erdogan apda Jumat (15/7/2016) kemarin sempat membuat Bandara Attaturk tak menentu, namun sejak Sabtu (16/6/2016) siang sekitar pukul 13.30 waktu setempat atau pukul 17.30 WIB sudah beroperasi dengan normal.

Iqbal juga menyampaikan pesawat Turkish Airlines TK 056 yang membawa penumpang sudah terbang ke Jakarta. Demikian juga dengan penerbangan Turki ke Kuala Lumpur sudah terbang.

Kantor berita Reuters melaporkan Turkish Airlines saat ini sedang menangani penumpukan akibat penundaan penerbangan.

Seorang juru bicara Turkish Airlines mengatakan penerbangan-penerbangan sekarang telah kembali ke jadwal normal dari bandara terbesar ketiga di Eropa itu, walaupun kemungkinan terjadi penundaan penerbangan.

Penutupan Bandara Ataturk Istanbul pada Jumat malam menyebabkan pengalihan 35 pesawat dan membatalkan 32 penerbangan, kata Ketua Turkish Airlines, Ilker Ayci, kepada stasiun televisi berita CNN Turk.

Baca juga artikel terkait KUDETA atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan
DarkLight