Menuju konten utama

Wilayah Terisolir Jadi Fokus Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Satgas PRR mendorong percepatan pemulihan dan pembangunan infrastruktur darurat untuk memulihkan konektivitas kawasan terisolir di Aceh. 

Wilayah Terisolir Jadi Fokus Percepatan Rehab-Rekon Aceh
Kaposkowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA. (FOTO/dok. Istimewa)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mendorong percepatan penanganan bencana di sejumlah wilayah terisolir, seperti di Pining (Gayo Lues) dan kawasan bagian tengah Aceh lainnya.

Akses yang masih sulit membuat pembangunan jembatan darurat menjadi salah satu pekerjaan mendesak. Saat ini, sejumlah penanganan jembatan dilakukan oleh TNI. Safrizal menilai penguatan koordinasi teknis di lapangan diperlukan agar proses pemasangan dan pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat.

"Penanganan jembatan darurat dikerjakan oleh TNI. Dalam hal ini perlu dilakukan penguatan koordinasi teknis di lapangan," kata Safrizal, Selasa (25/8/2026).

Menurut Safrizal, beberapa jembatan darurat sebenarnya telah disiapkan dan tinggal memasuki tahap pemasangan. Namun, kondisi geografis dan medan yang rumit membuat proses pengerjaan di sejumlah lokasi tidak mudah, salah satunya di Pining.

"Beberapa jembatan telah disiapkan tinggal proses pemasangan. Rumitnya kondisi lapangan menjadi tantangan percepatan penanganan jembatan darurat seperti di Pining," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat percepatan rehab-rekon tidak hanya bergantung pada kesiapan material dan infrastruktur, tetapi juga efektivitas koordinasi antarinstansi di lapangan.

Satgas PRR, kata Safrizal, terus memfasilitasi berbagai kendala yang muncul selama proses penanganan bencana. Di saat yang sama, pemerintah daerah di kawasan Tengah Aceh didorong mengambil langkah lebih cepat dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Satgas PRR memfasilitasi hambatan-hambatan di lapangan. Kami mendorong para kepala daerah wilayah Tengah Aceh melakukan percepatan rehab-rekon," kata Safrizal.

Safrizal menegaskan, koordinasi yang kuat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan, terutama di wilayah yang masih sulit dijangkau. Karena itu, Satgas PRR akan melakukan monitoring khusus secara periodik terhadap progres penanganan di wilayah-wilayah terisolasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan berbagai hambatan di lapangan segera teridentifikasi dan ditangani, sehingga proses pemulihan masyarakat di kawasan terdampak dapat berjalan lebih cepat.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis