tirto.id - Arus lalu lintas di Jalan Raya Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kembali lancar tanpa hambatan pada Rabu (15/7/2026) pagi, usai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang rusak dihantam truk sudah dibongkar total pada malam sebelumnya.
Berdasarkan pantauan Tirto, berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga armada TransJakarta kini dapat melintas mulus di kedua arah jalur yang sebelumnya sempat lumpuh.
Suasana di sekitar lokasi bekas pembongkaran juga terpantau cenderung tenang dan minim aktivitas. Hanya terlihat sejumlah pedagang setempat yang sesekali mengamati laju lalu lintas yang kembali normal di depan mereka.
Sementara itu, pada bagian median jalan, sejumlah petugas dari Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) DKI Jakarta tampak sibuk memulihkan vegetasi serta merapikan kembali tanaman yang sempat rusak terinjak selama proses evakuasi alat berat berlangsung.
Pagar pembatas tengah jalan yang sebelumnya sempat dicabut guna memudahkan akses kerja petugas, kini juga telah terpasang rapi seperti sedia kala.
Heni, pedagang minuman, salah seorang warga sekitar yang rutin menggunakan fasilitas penyeberangan tersebut, turut mengamati langsung mengenai pembongkaran JPO ini.
"Kemarin ditutup dari jam 11 (siang), terus yang arah Semanggi dibukanya habis Magrib. Kalau buat jalur ke arah Blok M dibukanya sekitar jam 8 atau jam 9 malam. Bersihnya selesai semua sekitar jam 1 (dini hari). Jadi pas pagi udah lancar lagi," kata Heni kepada Tirto di lokasi, Rabu (15/7/2026).
Meski mobilitas kendaraan bermotor telah pulih seutuhnya, ketiadaan JPO justru menyisakan persoalan baru bagi para pejalan kaki. Mereka kini kehilangan satu-satunya akses penyeberangan yang aman di tengah laju lalu lintas Jalan Kapten Tendean yang cukup kencang.
Heni mengungkapkan bahwa dirinya dan warga lain terpaksa menempuh rute memutar yang lebih jauh hanya untuk sekadar pulang ke rumah atau membeli kebutuhan sehari-hari di seberang jalan.
"Biasanya pakai JPO ini buat nyeberang pulang, terus buat beli makanan. Kan kita kadang beli nasi padang di seberang. Tadi nyeberang untuk ke sininya saya memutar dari kolong, kan di bawah flyover ada kolongnya," tutur Heni.

Kondisi ini membuat warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghadirkan solusi darurat sembari menunggu proses rekonstruksi JPO permanen yang diprediksi memakan waktu lama.
Heni mengusulkan agar Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga segera memasang fasilitas penyeberangan sementara berupa pelican crossing atau zebra cross dengan lampu pengatur lalu lintas agar pejalan kaki tidak perlu mempertaruhkan keselamatan di jalan raya.
"Harapannya sih biar cepat dibangun lagi JPO-nya ya, biar kita semua bisa nyeberang. Terus kalaupun memang belum bisa cepat bangun JPO-nya, ya minimal ada kayak yang ada lampu merahnya itu loh, zebra cross buat penyeberangan orang," pungkasnya.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































