Menuju konten utama

Wamensos Ajak Karang Taruna Ikut Bantu Pengentasan Kemiskinan

Wamensos Agus Jabo mengajak para kader Karang Taruna mendukung pemutakhiran DTSEN, penyaluran bansos tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat. 

Wamensos Ajak Karang Taruna Ikut Bantu Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi para pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (21/7/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, mendorong Karang Taruna ikut aktif terlibat menyukseskan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama yang terkait dengan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

"Karena Karang Taruna sudah masuk menjadi pilar sosialnya Kemensos, mari kita bersinergi dalam hal pengentasan kemiskinan," kata Agus Jabo.

Dia menyampaikan ajakan itu saat menerima audiensi para pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Agus Jabo, kader Karang Taruna bisa turut membantu pelaksanaan tiga mandat Presiden kepada Kemensos: pemutakhiran DTSEN, penyaluran bansos tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat.

"Pertama adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang hingga saat ini masih dalam masa transisi. Sehingga masih terdapat keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak berhak menerima bansos tapi masih menerima dan yang berhak menerima malah tidak dapat. Kemudian melalui Inpres No 4 tahun 2025 Kemensos ditugaskan melakukan pemutakhiran [data penerima bantuan]," jelasnya.

Dia berharap kader Karang Taruna bisa dikerahkan mendukung pemutakhiran data dengan terlibat dalam proses verifikasi lapangan bersama para pendamping PKH. Hasil dari proses groundcheck itu lalu diserahkan kepada dinas sosial di masing-masing kabupaten/kota.

Agus Jabo menerangkan, pemutakhiran data DTSEN bertujuan untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan mandat Presiden kepada Kemensos untuk memutus rantai kemiskinan.

Selain itu, ia menambahkan, anggota Karang Taruna pun dapat membantu pemberdayaan penerima bansos agar mandiri, berdaya, dan tak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

Selanjutnya, Agus Jabo menyinggung program Sekolah Rakyat. Dia menjelaskan, program ini hadir untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan. "Jadi gambarannya seperti itu," tambahnya.

Dia sekaligus mengajak Karang Taruna membangkitkan kembali karakter kebangsaan bangsa Indonesia. "Bangkitkan Indonesia bersama Karang Taruna melalui jalan kebangkitan kebudayaan," tegasnya.

Sementara itu, ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, Yuliantono, memberikan tanggapan positif terhadap ajakan Wamensos. Dia mengaku telah membentuk beberapa unit pelaksana teknis untuk membantu menyukseskan program prioritas Presiden.

"Dalam melakukan penjangkauan ataupun verval [calon siswa Sekolah Rakyat] ataupun groundcheck bagi masyarakat Kota Yogyakarta," jelasnya.

Kata Yuliantono, sejumlah kader Karang Taruna Yogyakarta juga aktif menjadi pendamping sosial. Dia pun memastikan warga Karang Taruna memiliki komitmen untuk mendukung berbagai kegiatan sosial.

"Teman-teman ini juga siap ketika kemudian harus menjalankan perintah dari dinas sosial maupun kemudian nanti dari unit Dayamas [Pemberdayaan Masyarakat], teman-teman insyaallah siap," lanjutnya.

Selain Yuliantono, forum audiensi juga dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Seni Budaya dan Keistimewaan, RM. Drasthya Wironegoro; Ketua MPKT Karang Taruna Yogyakarta, Solihul Hadi; Sekretaris Karang Taruna Yogyakarta, Vingky Kurnia; dan Bendahara Karang Taruna Yogyakarta, Nuroryza Argo.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis