Menuju konten utama

Wamenlu Beber Sejumlah Siasat RI Hadapi Tarif Impor Trump

Indonesia akan menyiapkan sejumlah siasat untuk menghadapi kenaikan tarif perdagangan terhadap barang-barang RI yang dikirimkan ke AS per Agustus 2025.

Wamenlu Beber Sejumlah Siasat RI Hadapi Tarif Impor Trump
Rapat Kerja antara Kementerian Luar Negeri yang dipimpin Wamenlu Arief Havas Oegroseno dan Komisi I DPR RI, Selasa (8/7/2025). tirto.id/M. Irfan Al Amin

tirto.id - Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, mengungkapkan Indonesia akan menyiapkan sejumlah siasat untuk menghadapi kenaikan tarif perdagangan sebesar 32 persen terhadap barang-barang RI yang dikirimkan ke Amerika Serikat (AS) per Agustus 2025.

Indonesia, kata Havas, akan melakukan diversifikasi mitra dagang dan memperbaiki hubungan diplomatik dengan mitra pasar tradisional seperti Uni Eropa dan akan merambah pasar baru seperti di Afrika dan Amerika Latin.

"Jadi, bagi Indonesia tentunya penting untuk harus buat diversifikasi mitra perdagangan. Tidak hanya dengan Amerika, tapi juga dengan pasar yang lama, traditional market, tapi bisa kita perbaiki lagi seperti Uni Eropa atau pasar-pasar yang baru di Afrika dan di Latin Amerika," kata Havas di Kompleks Parlemen, Selasa (8/7/2025).

Dirinya menjelaskan, walaupun AS adalah mitra penting dalam hubungan dagang dengan Indonesia, namun secara persentase hanya mencakup sekitar 15 persen dari perdagangan global. Masih ada lebih dari 80 persen negara potensi dagang lain yang bisa dimanfaatkan.

"Tapi yang saya bisa sampaikan adalah bahwa secara umum kan peran Amerika Serikat dalam perdagangan global itu kan hanya 15 persen. Yang 80 persen itu kan di luar Amerika Serikat," ucap dia.

Havas berharap perdagangan Indonesia dapat memanfaatkan mitra dagang regional Asia Tenggara yang selama ini belum dikelola dengan baik. Dia memberi contoh seperti hubungan dagang dengan Sabah, Malaysia. Menurutnya, tidak hanya masyarakat Kalimantan saja yang menuai manfaat, namun juga wilayah lain seperti di Sulawesi yang turut menuai untung dari perdagangan lintas negara.

"Supaya kita bisa menciptakan suatu resiliensi ekonomi, sehingga kita tidak mudah shock kalau ada faktor-faktor eksternal datang dari tempat lain," kata dia.

Havas juga membantah jika kenaikan tarif yang ditetapkan AS tersebut imbas konsekuensi pilihan politik luar negeri Indonesia yang bergabung ke BRICS. Dia menjelaskan bahwa terdapat negara-negara lain yang mengalami dampak serupa di luar keanggotaan BRICS.

"Karena banyak negara yang bukan BRISC pun juga," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Insider
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama