tirto.id - Wabah penyakit meningitis terjadi kota Canterbury, Kent, Inggris selatan. Wabah ini menyebabkan kematian dua anak muda serta 11 kasus lainnya yang telah terkonfirmasi.
Para ilmuwan pemerintah menemukan bahwa jenis bakteri meningokokus grup B cukup berbahaya karena banyak orang, terutama yang lahir sebelum tahun 2015, belum mendapatkan vaksin untuk melindungi diri dari jenis ini.
Hal ini terjadi karena program vaksin untuk meningitis B di Inggris baru mulai diberikan secara rutin kepada bayi sejak tahun 2015, sehingga remaja dan orang dewasa muda saat ini umumnya belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut, kecuali jika mereka mendapat vaksin secara pribadi (berbayar).
“Kami memiliki vaksin meningokokus yang mencakup empat strain berbeda pada remaja. Biasanya diberikan pada usia 13 atau 14 tahun. Vaksin ini mencakup empat kelompok utama A, C, W, dan Y,” jelas Gayatri Amirthalingam, wakil direktur imunisasi dan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin di Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dikutip The Guardian (17/3/2026).
Dalam situasi ini, otoritas kesehatan seperti UK Health Security Agency menyarankan langkah cepat untuk mencegah penyebaran, yaitu dengan mengonsumsi antibiotik pencegahan bagi siapa pun yang mungkin terpapar.
Ini penting karena penyakit meningitis bisa menyebar melalui kontak dekat, misalnya berbagi barang yang masuk ke mulut seperti botol minum atau vape, meskipun vape bukan satu-satunya penyebab.
“Jika Anda seorang mahasiswa dan Anda ditawari antibiotik, atau siapa pun yang ditawari antibiotik, segera minum obat tersebut dan Anda boleh pulang. Ini adalah tindakan efektif untuk melindungi diri Anda sendiri, tetapi juga orang-orang terkasih, keluarga, dan teman-teman Anda,” tambah Amirthalingam.
Penyakit ini sangat berbahaya karena gejalanya bisa awalnya ringan, tetapi dalam waktu singkat dapat menjadi parah dan bahkan mengancam nyawa. Dalam kasus wabah ini, sudah ada korban jiwa dari kalangan pelajar dan mahasiswa, sementara beberapa lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Apa Gejala Meningitis yang Jadi Wabah di Inggris Saat Ini?
Mengutip CNN (16/3/2026), gejala dari Invasive meningococcal disease sering kali tidak langsung terlihat parah di awal, sehingga banyak orang mengira hanya sakit biasa. Padahal, penyakit ini bisa berkembang menjadi Meningitis dan Septicemia, yang sangat berbahaya dan bisa memburuk dengan cepat.
Pada tahap awal, gejalanya mirip dengan flu atau kelelahan biasa, seperti demam, sakit kepala, menggigil, muntah, napas cepat, rasa mengantuk atau lemas, serta tangan dan kaki terasa dingin.
Karena gejala ini umum, banyak orang, terutama mahasiswa, sering mengabaikannya atau menganggap hanya masuk angin, flu, atau bahkan efek kurang tidur. Inilah yang membuat penyakit ini berbahaya, karena terlambat disadari.
Seiring perkembangan penyakit, kondisi bisa memburuk dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam. Salah satu tanda penting yang perlu diwaspadai adalah munculnya ruam pada kulit yang tidak hilang saat ditekan (misalnya ditekan dengan gelas).
Ini adalah tanda khas dari septicemia dan menunjukkan kondisi darurat medis. Selain itu, penderita bisa menjadi semakin lemah, linglung, atau sulit sadar.
Gejala penyakit ini sering terlihat ringan di awal tetapi bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Karena itu, jika muncul kombinasi gejala seperti demam tinggi, sakit kepala berat, muntah, dan rasa sangat lemas, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Penanganan dini sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































