tirto.id - Tim Penulis: Coco Lee, Gregory Arthur Santoso, Helsa Cang, Jasterina Domingo Felipe, Sasha Putri Salindeho. Tulisan ini dibuat sebagai hasil karya dari BINUS International x Tirto.id Data Storytelling Bootcamp 2024
Apakah cewek Jaksel (Jakarta Selatan) seleranya cowok Jaksel juga? Cocok nggak sih cewek Jakut pacaran sama cowok Jaktim? Kok bisa ya style cowok Jaktim beda dari style cowok Jaksel? Lalu, bagaimana visualisasi pria idaman wanita Jakarta menurut mesin kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)?
Pertanyaan-pertanyaan ini yang menginspirasi tim kami untuk melakukan survei kecil-kecilan untuk melihat apakah wanita Jakarta mempunyai selera pria idaman sesuai dengan penampilan dan latar belakang yang menjadi ciri khas masing-masing kota administrasi di Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Pada akhir tulisan ini, kami juga memberikan gambaran pria idaman wanita Jakarta sesuai dengan hasil survei yang divisualisasikan dengan bantuan AI.
Dari ciri-ciri fisik hingga status pekerjaan, dan dari selera musik hingga gaya berpakaian, wanita pasti punya pertimbangan tertentu ketika memilih pria yang ingin dikencani. Setiap perempuan pasti punya kriteria laki-laki idaman yang berbeda dan latar belakang budaya serta tempat tinggal bisa saja mempengaruhi penentuan kriteria tersebut.Inilah yang melatarbelakangi proyek yang kami namai “Build Your Dream Boyfriend” yang kami jalankan sebagai bagian dari kegiatan BINUS International X Tirto.id Data Storytelling Bootcamp 2024.
Build Your Dream Boyfriend
Sesuai namanya, Build Your Dream Boyfriend, atau “Ciptakan Pria Idamanmu” merupakan karya “bercerita dengan data” bertujuan untuk mengukur kriteria yang dilihat oleh wanita Jakarta dalam diri pria idaman mereka. Karya ini disusun berdasarkan survei yang menggunakan sampel kecil berbasis kuota, di mana masing-masing kota administrasi di Jakarta diwakili oleh 20 perempuan saja. Oleh karena itu, hasil survei ini tidak untuk digunakan sebagai rujukan umum, dan penulis menghimbau pembaca supaya melihat konteks karya ini dalam memahami pembahasannya.
Sebagai konteks, survei ini dijalankan dari 13 sampai 26 November 2024, melibatkan 100 perempuan berumur 18-25 tahun. Masing-masing 20 responden mewakili setiap kota administrasi di DKJ, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Kebanyakan responden berasal dari kelompok sosial tim penulis yang merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di BINUS University International. Gambaran demografi responden dapat dilihat dari data di bawah.
Survei ini menyasar perempuan usia 18 sampai 25 tahun. Dari 20 orang yang dipilih dari setiap kota administrasi, mayoritas responden dari Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berusia 18 tahun, sedangkan peserta survei dari Jakarta Pusat didominasi oleh usia 20 dan 25 tahun. Responden dari Jakarta Timur dan Jakarta Utara mewakili setiap pilihan usia dari 18 sampai 25 tahun.
Dari 100 responden yang terlibat, kebanyakan dari mereka merupakan lulusan Strata-1 (S1). Responden dengan pendidikan terakhir S1 dari Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara masing-masing berjumlah 14 orang dari total 20 orang sampel yang dipilih.
Selebihnya merupakan tamatan Sekolah Menengan Atas (SMA) atau sederajat, yaitu sebanyak lima orang masing-masing mewakili Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara; dua orang dari Jakarta Pusat, dan 1 orang mewakili Jakarta Timur. Sisanya merupakan tamatan Diploma sebanyak satu orang dari Jakarta Selatan dan Strata-2 (S2) sebanyak satu orang masing-masing berdomisili di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.
Kebanyakan peserta survei ini merupakan siswa atau mahasiswa yang terdiri dari 18 orang dari Jakarta Barat, 12 orang dari Jakarta Pusat, 15 orang dari Jakarta Selatan, 9 orang mewakili Jakarta Timur, dan 13 orang berdomisili di Jakarta Utara. Selain itu, ada juga kelompok responden yang merupakan pekerja penuh waktu, di mana responden dari Jakarta Timur mendominasi. Lima responden menyatakan diri tidak bekerja, di mana tiga diantaranya merupakan perempuan asal Jakarta Utara. Hanya dua responden yang berwirausaha dan keduanya berasal dari Jakarta Pusat.
Kriteria Pria Idaman menurut Wanita Gen-Z
Melibatkan kelompok usia 18 hingga 25 tahun, sudah pasti tulisan ini fokus pada bagaimana wanita generasi Z atau Gen Z menentukan kriteria pasangannya. Hidup di kota kosmopolitan yang menyatukan orang dari berbagai latar budaya, agama, ekonomi, pendidikan, gaya hidup, dan selera fashion, wanita Gen Z Jakarta tentu memiliki kriteria khusus untuk pria yang ingin mereka jadikan pacar. Selera mereka tentu berbeda dari selera wanita dari generasi-generasi sebelumnya.
Laporan ZAP Beauty Index 2023 menemukan bahwa kriteria pria idaman wanita Gen Z berbeda dari wanita Gen Y (milenial) dan Gen X. Meskipun ketiga generasi tersebut sepakat mengutamakan “sifat, kepribadian, dan sikap” serta “kepintaran, pengetahuan, dan keahlian,” masing-masing punya pendapat berbeda tentang kriteria lain. Dalam laporan itu disebutkan bahwa sebagian besar dari wanita Gen Z (87,7%), Gen Y (87,5%), dan Gen X (87,2%) menganggap sifat, kepribadian, dan sikap pria adalah faktor yang membuat mereka tertarik pada pria. Di tempat kedua, faktor kepintaran, pengetahuan, dan keahlian dianggap sebagai kriteria penting bagi 76,8% wanita Gen Z; 77,8% wanita Gen Y, dan 75,6% wanita Gen X.
Kriteria lain yang turut dibahas dalam laporan itu termasuk wangi badan, pekerjaan, tinggi badan, gaya berpakaian, kondisi keuangan, dan bentuk wajah keseluruhan. Menariknya, mayoritas wanita Gen Z (72,4%) menganggap wangi badan pria mempunyai daya tarik tertentu, tetapi itu tidak terlalu penting bagi perempuan Gen X (45,3%). Sementara itu wanita milenial cukup fair menilainya karena 64,1% dari mereka menganggap wangi badan pria menjadi salah satu kriteria mencari pasangan. Fakta lainnya dapat dilihat pada grafis di bawah ini.
Hal serupa juga berlaku pada tinggi badan dan gaya berpakaian. Dibandingkan perempuan Gen Y (44,2%) dan Gen X (55%), mayoritas gadis Gen Z (65%) menilai tinggi badan pria termasuk salah satu kriteria pasangan ideal. Selanjutnya, lebih dari separuh perempuan Gen Z (62,2%) setuju gaya berpakaian juga menjadi daya tarik dalam memilih pasangan. Sementara itu, hanya 55,7% perempuan Gen Y dan 40,7% perempuan Gen X menganggap penting kriteria tersebut.
Mayoritas wanita Gen Y (67,3%) dan Gen Z (65,9%) sepakat bahwa pria yang mempunyai pekerjaan, keinginan, dan hobi terlihat lebih menarik, tetapi Gen X yang sependapat hanya 55,8%.Soal kondisi keuangan dan bentuk wajah, wanita dari ketiga generasi tersebut tidak jauh berselisih pendapat, dan mayoritas dari mereka tidak begitu menganggapnya penting. Grafis di bawah ini menggambarkan perbedaan pendapat tentang kriteria pria idaman antara wanita Gen Z, Gen Y, dan Gen Z.
Pria Idaman Berdasarkan Ciri-Ciri Fisik
Mengadopsi Laporan ZAP Beauty Index 2023, survei "Ciptakan Pria Idamanmu" juga mengukur ciri-ciri fisik seperti tinggi badan dan bentuk wajah sebagai kriteria teman kencan wanita Jakarta. Untuk kategori tinggi badan, survei ini menyediakan tiga pilihan: di bawah 160 cm (centimeter), 160 - 175 cm, dan di atas 175 cm. Bentuk wajah juga dibagi menjadi tiga kategori, yaitu lonjong (oval), kotak (square), dan bulat (round). Selain itu, bentuk badan juga turut ditanyakan dalam survei tersebut dan tersedia dalam tiga pilihan: kekar (buff), berisi (fat), dan kurus (skinny). Hasilnya dapat dilihat pada grafis di bawah ini.
Dari grafis di atas dapat dilihat bahwa pria dengan tinggi badan di atas 175 cm menjadi idaman kebanyakan wanita dari Jakarta Barat (12 responden), Jakarta Pusat (14 responden), Jakarta Selatan (16 responden), Jakarta Timur (11 responden) dan Jakarta Utara (15 responden). Pria dengan tinggi badan antara 160 cm dan 175 cm dianggap menarik oleh sebagain wanita dari setiap kota administrasi di mana wanita dari Jakarta Timur paling banyak (9 orang), diikuti wanita dari Jakarta Barat (8 orang), Jakarta Pusat dan Jakarta Utara (5 orang) dan Jakarta Selatan (4 orang). Hanya satu wanita yang menyukai laki-laki dengan tinggi badan di bawah 160 cm, yaitu wanita asal Jakarta Pusat.
Dari segi bentuk badan, mayoritas wanita Jakarta, terlepas kota administrasi tempat tinggalnya, rupanya lebih suka pria dengan badan kekar (buff). Terlihat dari data, sebanyak 17 wanita dari Jakarta Selatan, 15 wanita dari Jakarta Pusat, dan 12 wanita dari Jakarta Barat memilih badan kekar sebagai kriteria fisik pria idaman mereka. Sebuah artikel diterbitkan oleh Fimela membahas bahwa wanita memang lebih suka pria berotot karena dianggap lebih jantan dan seksi. Wanita dari Jakarta Timur dan Jakarta Utara mempunyai preferensi yang sama di mana sebagian dari mereka (10 orang) memilih pria berbadan kekar, dan sebagian lainnya secara seimbang memilih pria berbadan kurus (5 orang), dan berbadan gemuk atau berisi (5) orang. Tidak ada satupun wanita dari Jakarta Barat dan Jakarta Pusat yang menyukai pria berisi.
Survei ini juga mengukur bentuk wajah pria seperti apa yang disukai wanita Jakarta. Hasilnya, pria berwajah oval paling disukai oleh wanita dari Jakarta Barat (13), Jakarta Selatan (13), dan Jakarta Utara (11). Wanita Jakarta Pusat sama-sama menyukai pria berwajah oval (8) dan kotak (8). Perbedaan tidak terlalu jauh juga ditunjukkan oleh wanita Jakarta Timur yang menyukai wajah oval (9) dan wajah kotak (7). Sementara itu, pria berwajah bulat disukai oleh sebagian kecil wanita dari semua kota administrasi, yaitu antara tiga sampai empat orang saja.
Pria Idaman Berdasarkan Kualifikasi Pendidikan dan Ekonomi
Kriteria pria idaman yang turut dilaporkan dalam laporan ZAP Beauty Index termasuk kepintaran dan kondisi keuangan. Survei “Ciptakan Pria Idamanmu” juga menanyakan preferensi perempuan Jakarta terhadap kualifikasi pendidikan dan tingkat ekonomi laki-laki yang ingin mereka kencani. Dari segi pendidikan, pilihan kriteria ada tiga: lulusan SMA atau sederajat, lulusan S1, dan lulusan S2. Untuk kriteria tingkat ekonomi, kami menanyakan apakah wanita Jakarta melihat pria dari pendapatannya baik tinggi atau menengah, atau mereka tidak peduli dengan pendapatan pria yang ingin dikencani. Hasilnya dapat dilihat pada grafis di bawah ini.
Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas wanita Jakarta dari semua kota administrasi lebih memilih pria lulusan Strata-1 (S1). Pria bergelar sarjana disukai oleh sebagian besar wanita dari Jakarta Selatan (19), Jakarta Timur (18), Jakarta Pusat (15), Jakarta Barat (14), dan Jakarta Utara (11). Sebagian perempuan Jakarta memilih laki-laki bergelar Strata-2 (S2) sebagai pasangan kencannya di mana perempuan dari Jakarta Utara (6) paling banyak memiliki preferensi ini, disusul oleh perempuan Jakarta Pusat (5), Jakarta Barat (4), Jakarta Timur (2), dan Jakarta Selatan (1). Hanya wanita dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang bisa menerima pria dengan ijazah SMA/Sederajat dengan jumlah pemilih masing-masing dua dan tiga orang.
Dari segi tingkat pendapatan, pria dengan pendapatan tinggi menjadi incaran banyak wanita Jakarta. Wanita dari Jakarta Pusat paling banyak (15 orang) memilih pria berpendapatan tinggi sebagai pria yang ingin dikencani, disusul oleh wanita dari Jakarta Barat dan Jakarta Timur, masing-masing 13 orang, dan wanita dari Jakarta Utara sebanyak 12 orang.
Mengejutkan, hanya separuh wanita Jakarta Selatan, yaitu 10 orang, memilih pria berpendapatan tinggi, dan sisanya tidak keberatan berkencan dengan pria berpendapatan menengah (8 orang) dan rendah (dua orang). Pria berpendapatan menengah juga masih menjadi pilihan beberapa wanita dari Jakarta Pusat (5 orang), Jakarta Timur (4 orang), Jakarta Utara (4 orang), dan Jakarta Barat (3 orang). Wanita Jakarta juga tidak keberatan berkencan dengan pria berpendapatan rendah. Setidaknya 13 dari 100 responden memilih laki-laki berpendapatan rendah, di antaranya empat wanita dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara, tiga wanita Jakarta Timur, dan dua wanita Jakarta Selatan.
Tidak dipungkiri, wanita biasanya lebih memilih pria berpendidikan tinggi dan berekonomi mapan. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen dari Swansea University yang dikutip oleh Detik.com. Namun begitu, temuan survei “Ciptakan Pria Idamanmu” ini memberi fakta baru bahwa wanita dari Jakarta Selatan yang dikenal sebagai ikon kehidupan modern dan hedonisme di pusat ekonomi negara ini ternyata tidak serta mengincar pria berduit banyak sebagai pasangannya.
Pertimbangan Lain dalam Memilih Pria Idaman
Seperti laporan ZAP Beauty Index 2023, survei ini juga menanyakan apakah wangi badan juga menjadi hal yang dipertimbangkan wanita Jakarta dalam memilih pria idaman mereka. Selain itu, survei ini juga menanyakan selera musik dan domisili pria yang ingin dikencani. Untuk kategori wangi badan badan, pilihan jawabannya berupa skala tidak penting, cukup penting, dan penting. Bagian selera musik menanyakan apakah responden mencari pria yang mempunyai selera musik yang sama atau tidak. Yang paling penting, apakah domisili pria idaman harus sesuai dengan kota administrasi di mana wanita-wanita ini tinggal.
Dari data di atas, terlihat jelas bahwa sebagian besar wanita Jakarta menganggap wangi badan merupakan kriteria penting dan cukup penting yang dipertimbangkan dalam memilih pria idaman. Wanita Jakarta Timur paling banyak menganggap wangi badan sebagai pertimbangan penting dalam memilih pria idaman, yaitu sebanyak 85 persen (17 orang), disusul wanita Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat yang sama-sama 70 persen (14 orang). Wangi badan menjadi kriteria penting juga diutarakan oleh 60 persen responden dari Jakarta Utara dan 55 persen wanita dari Jakarta Barat.
Cukup banyak juga wanita Jakarta yang menganggap wangi badan sebagai kriteria yang cukup penting; yang artinya bukan kriteria utama, tetapi menjadi pertimbangan khusus. Wanita Jakarta Barat paling banyak menganggap kriteria wangi badan cukup penting, yaitu 45 persen (9 orang), disusul oleh wanita Jakarta Utara sebanyak 35 persen (7 orang). Selanjutnya, sebagian responden yang menganggap wangi badan sebagai syarat cukup penting dalam memilih teman kencan adalah wanita dari Jakarta Selatan (30%), Jakarta Pusat (25%), dan Jakarta Timur (15%). Hanya dua orang yang menganggap wangi badan adalah kriteria tidak penting, yaitu masing-masing satu orang (5%) dari Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Untuk kesamaan selera musik, pendapat wanita Jakarta dalam survei ini beragam. Separuh atau 50 persen (10 orang) wanita dari Jakarta Utara menganggap itu bukan kriteria penting, dan sebagian lainnya secara seimbang menganggapnya cukup penting (25%), dan penting (25%). Bagi wanita Jakarta Selatan, kesamaan selera musik dianggap tidak penting bagi 45 persen responden, sementara 40 persen lainnya menganggap cukup penting dan hanya 15 persen saja yang menganggap penting. Persentase seimbang antara tidak penting dan cukup penting, yaitu sebanyak 40 persen, diberikan oleh wanita Jakarta Pusat dalam melihat kesamaan selera musik sebagai kriteria memilih pria idaman.
Sebanyak 20 persen atau empat responden dari Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yang menganggap selera musik sama sebagai kriteria penting. Lebih dari separuh (55%) wanita Jakarta Barat menganggap selera musik sama sebagai syarat yang cukup penting dalam memilih pria idaman, manakala 25 persennya menganggap tidak penting. Kebalikan dari responden dari Jakarta Utara, separuh (50%) responden dari Jakarta Timur menganggap kesamaan selera musik sebagai kriteria cukup penting, sedangkan separuh lainnya dibagi seimbang antara penting (25%) dan tidak penting (25%).
Hal terpenting yang kami gali dari survei “Ciptakan Pria Idamanmu” adalah apakah wanita Jakarta memilih teman kencan dari kota administrasi yang sama. Untuk pertanyaan ini, kami tidak memaksa mereka memilih domisili pria idaman meliputi hanya wilayah Daerah Khusus Jakarta saja. Kami juga menyediakan pilihan luar Jakarta dan luar negara sebagai daerah asal pria idaman mereka. Jawaban dari pertanyaan ini dapat dilihat pada grafis di bawah ini.
Grafis di atas menunjukkan bahwa pria berdomisili di luar Jakarta paling banyak dipilih oleh wanita Jakarta yaitu sebanyak 33 orang, diikuti oleh pria berdomisili di luar negara (27 orang). Sisanya memilih pria berasal dari Jakarta Selatan (12 orang), Jakarta Utara (11 orang), Jakarta Barat (8 orang), dan Jakarta Pusat (8 orang). Jika dilihat per kota administrasi, wanita dari Jakarta Utara dan Jakarta Selatan lebih banyak memilih pria berdomisili dari kota yang sama, yaitu masing-masing 9 orang dan 8 orang. Wanita Jakarta Pusat lebih banyak yang memilih pria dari luar negara (8 orang) dibanding pria dari luar Jakarta (5 orang) maupun dari kota yang sama (4 orang). Hanya tiga wanita Jakarta Barat yang memilih pria Jakarta Barat, dan selebihnya lebih banyak memilih pria dari luar Jakarta (10 orang) dan luar negara (4 orang). Hanya satu wanita yang memilih pria berdomisili di Jakarta Timur, yaitu wanita dari kota yang sama. Wanita Jakarta Timur lebih memilih pria luar Jakarta (10 orang) dan luar negara (4 orang).Hasil ini menjawab pertanyaan di awal yaitu:
Apakah cewek Jaksel (Jakarta Selatan) seleranya cowok Jaksel juga? Cocok nggak sih cewek Jakut pacaran sama cowok Jaktim?
Jawabannya adalah, sesuai hasil survei, wanita Jakarta Selatan mengutamakan pria Jakarta Selatan sebagai pria yang ingin dikencani. Begitu juga wanita Jakarta Utara dalam survei ini yang memilih pria dari kota administrasi sama sebagai pria idaman mereka. Wanita dari kedua kota administrasi ini tidak tertarik berkencan dengan pria dari Jakarta Timur.
Apa Kata Pria Jakarta tentang Kriteria Pria Idaman Wanita Jakarta?
Untuk memvalidasi temuan kami lebih lanjut, kami juga mewawancarai beberapa pria mewakili setiap kota administrasi di Daerah Khusus Jakarta. Pendapat mereka diperlukan untuk melihat apakah kriteria pria idaman wanita Jakarta yang sudah dijabarkan di atas itu realistis. Pun begitu, pendapat dari para pria ini hanya mewakili opini pribadi masing-masing dan tidak merepresentasikan seluruh pria di Jakarta. Inilah pendapat pria Jakarta mengenai kriteria pria idaman wanita Jakarta.
“Saya pribadi setuju dengan beberapa pendapat wanita-wanita ini. Tetapi, menurut saya tingkat pendapatan menengah seharusnya cukup-cukup saja, asalkan kita bisa menjalani hidup dengan nyaman. Terakhir, menurut saya mengidamkan pria dengan tinggi badan tertentu sangat tidak realistis karena tinggi badan itu genetik dan tidak dapat diubah setelah pria menginjak dewasa”(R****, 18, Jakarta Utara).
“Menurut saya hampir semua kriteria pria idaman yang disebutkan oleh wanita-wanita ini realistis dan dapat dicapai kecuali aspek tinggi badan dan tingkat pendapatan tinggi. Mungkin (ini) tidak terlalu realistis karena standar tinggi badan pria Indonesia tidak setinggi itu. Untuk aspek berpendapatan tinggi, saya rasa ini subyektif dan berbeda dari satu pria ke pria lain karena kita semua memiliki pekerjaan dan latar belakang ekonomi yang berbeda. Tidak semua dari kita terlahir kaya dan selalu memiliki penghasilan tinggi yang stabil” (T******, 21, Jakarta Timur).
Kedua pria di atas berkomentar mengenai kriteria tingkat pendapatan dan ciri-ciri fisik terutama tinggi badan. Menurut mereka, tingkat pendapatan itu bersifat subyektif dan standar tinggi badan pria Indonesia tidak seperti yang diharapkan wanita-wanita dalam survei ini. Pendapat ini pun diamini oleh satu lagi peserta wawancara seperti yang diungkapkan di bawah ini.
“Saya setuju dengan hampir semuanya kecuali aspek tinggi badan. Standar tinggi badan laki-laki Indonesia sebagian besar lebih rendah dari yang dianggap ideal oleh para wanita ini, walaupun ada juga pria dengan tinggi (badan) 175 cm ke atas” (K*****, 19, Jakarta Selatan).
Selain aspek tinggi badan, bentuk badan kekar yang diidamkan wanita Jakarta juga turut dikomentari. Menurut salah satu pria yang kami wawancarai, kebanyakan wanita justru tidak suka pria berbadan kekar, sedangkan hasil survei menunjukkan pria berbadan kekar paling banyak disukai oleh wanita Jakarta.
“Menurut saya semua kriteria yang dianggap wanita (Jakarta Barat) sebagai pria ideal itu realistis. Hanya satu yang saya tidak setuju, (yaitu) bentuk badan kekar. Justru banyak perempuan Jakarta Barat yang tidak suka laki-laki berbadan kekar” (M*****, 23, Jakarta Barat).
Hampir semua pria yang diwawancarai setuju jika kriteria pria idaman wanita Jakarta cukup realistis kecuali tinggi badan dan tingkat ekonomi. Namun, ada satu pria yang berpendapat bahwa kriteria yang disebutkan wanita dalam survei ini hanyalah preferensi yang belum tentu bisa dicapai.
“Ya mungkin saja (wanita-wanita ini) bisa mempunyai preferensi spesifik (tentang pria idaman) seperti tingkat pendapatan tinggi, lulusan S1, dan mempunyai aroma tertentu. Tetapi, saya yakin (mereka) tidak mungkin menemukan seseorang yang terlihat persis seperti tipe mereka” (S****, 19, Jakarta Pusat).
Visualisasi Pria Idaman Wanita Jakarta dengan Bantuan Kecerdasan Buatan Generatif
Dari hasil survei di atas, kami meminta bantuan kecerdasan buatan generatif atau Generative Artificial Intelligence (AI) untuk menggambarkan pria idaman wanita dari kriteria yang sudah dikumpulkan melalui survey “Ciptakan Pria Idamanmu.” Kami menggunakan tiga alat generative AI, yaitu DeepAI, ChatGPT 4.0, dan Canva Dream Lab. Prompt atau perintah yang kami gunakan sesuai dengan kriteria pria idaman paling banyak dipilih oleh responden wanita dalam survei ini meliputi ciri-ciri fisik, latar belakang pendidikan, dan pekerjaan. Wangi badan, kesamaan selera musik dan domisili tidak dimasukkan karena mempengaruhi tingkat kesulitan visualisasi yang dihasilkan. Berikut prompt yang digunakan di ketiga perangkat AI tersebut:
Generate a photograph of an Indonesian man with a height of 175 cm, a buff body, an oval face, a college degree, and a high-income job, in a full-body size and well dressed (terjemahan: Hasilkan foto seorang pria Indonesia dengan tinggi 175 cm, berbadan kekar, berwajah oval, bergelar sarjana, dan pekerjaan bergaji tinggi, dalam ukuran tubuh penuh dan berpakaian rapi).
Berikut hasil visualisasi oleh ketiga perangkat AI tersebut.
Dari hasil visualisasi di atas, visual yang dihasilkan oleh DeepAI terlihat paling menyerupai pria Indonesia pada umumnya dengan fitur wajah lebar dan kulit sawo matang. Namun, jika dilihat dari kriteria pria idaman wanita Jakarta, visual pria ini memenuhi kriteria tinggi di atas 175 cm, wajah oval, dan berpenampilan menarik selayaknya profesional yang berpendapatan tinggi dan punya kualifikasi sarjana. Hanya saja badannya kurang terlihat kekar.
Visual kedua dihasilkan oleh Dall-E milik OpenAI yang bisa diakses melalui ChatGPT 4.0. Visual ini terlihat lebih oriental seperti pria Indo-Cina atau Asia Timur dengan mata sipit dan warna kulit terang. Dari kesesuaian dengan kriteria pria idaman wanita Jakarta, visual ini memenuhi dari aspek tinggi lebih dari 175 cm, berbadan kekar, berwajah oval, dan berpenampilan seperti lulusan S1 serta berpendapatan tinggi.
Visual ketiga yaitu yang dihasilkan oleh Canva Dream Lab bisa disebut paling mendekati kriteria pria idaman wanita Jakarta sesuai dengan survei. Terlihat jelas pria dalam visual ini memiliki fitur wajah seperti laki-laki Indonesia pada umumnya, yaitu berwajah lebar dan kulit agak gelap. Ciri-ciri seperti tinggi badan lebih dari 175 cm, berbadan kekar, berwajah oval dan berpenampilan profesional seperti pria berpenghasilan tinggi dan lulusan S1 sesuai dengan kriteria pria idaman wanita Jakarta. Namun, sekilas gambaran dari visual ini masih nampak seperti buatan AI.
Hasil visualisasi oleh ketiga perangkai AI tersebut cukup berbeda satu sama lain. Sebagai catatan, hasil visualisasi oleh perangkat AI ini tidak bisa dijadikan rujukan gambaran paling akurat dari kriteria pria idaman wanita Jakarta. Hasil surveinya pun tidak untuk digeneralisasikan karena hanya melibatkan sampel kecil dengan segmentasi khusus. Oleh karena itu, pembaca dihimbau untuk memahami konteks dari tulisan ini sebelum menggunakan sebagai atau semua isi “cerita berbasis data” ini sebagai rujukan pembahasan di ruang publik.
Kesimpulan
Survei “Ciptakan Pria Idamanmu” ini merupakan karya cerita berbasis data yang dikerjakan sekelompok mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, BINUS University International sebagai hasil kerja dari BINUS International X Tirto.id Data Storytelling Bootcamp 2024. Survei singkat yang melibatkan 100 perempuan berdomisili di setiap kota administrasi di Daerah Khusus Jakarta ini bertujuan untuk mengetahui kriteria pria idaman wanita Jakarta sesuai dengan domisili mereka. Hasil dari survei ini menunjukkan bahwa sebagai besar wanita Jakarta menginginkan teman kencan dengan tinggi badan di atas 175 cm, berbadan kekar, berwajah oval, tamatan S1, dan berpenghasilan tinggi.
Pertimbangan lain yang dilihat dalam memilih pria idaman adalah wangi badan, kesamaan selera musik, dan kesamaan daerah tempat tinggal. Sebagian besar wanita ini menganggap penting wangi badan dan kesamaan selera musik. Namun dari segi domisili, hanya wanita dari Jakarta Selatan dan Jakarta Utara saja yang kebanyakan memilih pria berdomisili dari kota administrasi yang sama dengan mereka. Hasil dari survei ini kemudian divisualisasi dengan bantuan tiga perangkat A, yaitu DeepAI, Dall-E, dan Canva Dream Lab. Visualisasi oleh Canva Dream Lab terlihat paling menyerupai ciri-ciri pria idamanyang diinginkan oleh wanita Jakarta.
Editor: Lily Ferawati
Masuk tirto.id

































