tirto.id - Pengamat MotoGP, Matteo Guerinoni menyebut pembalap Honda Team Asia Moto3, Veda Ega Pratama bisa menjadi riders hebat di kelas MotoGP. Pasalnya, Veda memiliki atribut untuk menjadi pembalap papan atas seperti Jorge Martin, Pedro Acosta hingga Marc Marquez.
Pada MotoGP Thailand 2026, Veda Ega yang berstatus rookie Moto3 2026 menunjukkan performa yang apik. Dia selalu masuk 10 besar Free Practice, hingga mendapat posisi 5 di babak kualifikasi.
Performa apik Veda Ega Pratama berlanjut ke Race Moto3. Memulai balapan dari posisi 5, dia bersaing di baris depan dengan Davide Almansa (Liqui Moly Dynavolt), Maximo Quiles (Aspar Team), Valentin Perrone (KTM Tech3), hingga Adrian Fernandez (Leopard Racing).
Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand menurut pengamat MotoGP, Matteo Guerinoni bukanlah kebetulan. Pasalnya, Veda menunjukkan dirinya memiliki bakat yang mumpuni serta keberanian dalam mengambil keputusan.
Kendati beberapa kali melakukan kesalahan, seperti melebar dari trek dan kehilangan posisi, menurut Matteo, Veda menunjukkan mental yang kuat untuk terus bertarung. Dia pun yakin Veda bakal memiliki masa depan yang bagus di MotoGP.
Meskipun mengakui bakat Veda Ega, Matteo menyebut pembalap kelahiran Gunung Kidul tersebut harus sabar. Di musim pertama tampil di Moto3, dia harus mengambil banyak pengalaman. Tidak hanya Veda, orang-orang disekitarnya juga harus mengambil keputusan yang benar.
“Kalau musim ini [2026], sebagai rookie Veda Ega bisa naik podium, finis di posisi 6-10 klasemen Championship Moto3, dia bisa jadi pembalap hebat. Juga konsisten finis karena konsisten itu yang paling utama,” kata Matteo Guerinoni dalam Podcast MSGP.
“Untuk Veda, pesan saya sabar, fokus, karena dengan talenta yang dia miliki Veda Ega gampang untuk kejar 10 besar Moto3 tahun ini,” tambah komentator MotoGP di FOX Sports TV tersebut.
Matteo pun menekankan Veda Ega mesti mematangkan kemampuannya di Moto3 lebih dulu. Dia harus sabar untuk naik kelas ke Moto2 maupun MotoGP, karena secara bakat Veda Ega layak tampil di kelas utama.
Sementara itu, partner Matteo Guerinoni yakni Abdul Sattar menyebut Veda Ega sudah berada di jalur yang benar untuk menjadi pembalap hebat. Dia sudah memulai dari Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, FIM Junior, kemudian naik ke Moto3.
Fakta bahwa Veda Ega Pratama menjadi runner-up kejuaraan Red Bull Rookies 2025 menunjukkan bahwa dia adalah pembalap hebat. Pasalnya, setiap pembalap yang finis di posisi 1-3 kejuaraan, hampir semuanya menjadi pembalap top.
Nama-nama seperti Marc Marquez, Alex Marquez, Johann Zarco, Pedro Acosta, Jorge Martin dan lainnya merupakan pembalap yang finis di posisi 1-3 kejuaraan Red Bull Rookies Cup. Hal berbeda dilalui Mario Aji yang finis di posisi 16 Red Bull Rookies 2021, kemudian langsung promosi ke Moto3 dan sekarang Moto2.
Abdul Sattar pun menyebut hal terpenting untuk Veda Ega adalah tidak diganggu kepentingan di luar balapan. Dia harus fokus pada karirnya di Moto3, pelan-pelan menjadi pembalap top.
“Yang paling untuk Veda Ega [menjadi pembalap top], jangan diganggu,” kata Abdul Sattar.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































