tirto.id - Aksi kerusuhan yang dilakukan sekelompok mata elang di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025) berdampak pada kerusakan sejumlah warung makan hingga kendaraan yang terparkir di halaman sekitar tempat tersebut.
Dari pantauan Tirto, setidaknya terdapat 9 warung makan yang mengalami kerusakan dengan dampak yang beragam. Terpantau dua warung, yaitu warung nasi pecel dan warung Padang rata dengan tanah usai kisruhan yang berujung pada pembakaran.
Selain itu 9 motor dan 1 mobil taksi yang terparkir di depan warung makan juga ikut terbakar. Kendaraan tersebut kini telah diangkut ke Polres Jakarta Selatan untuk menjadi barang bukti.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menuturkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan termasuk mengenai kerugian baik fasilitas publik maupun milik warga.
"Estimasi kerugian sedang dilakukan dilakukan penghitungan, karena ini kerugian lapak dan warung kaki lima," kata Mansur di sekitar TMP Kalibata, Jumat (12/12/2025).

Salah seorang penjaga warung makan, Andi, menceritakan peristiwa mencekam yang dia alami hingga membuatnya terluka. Dia mengatakan, ada sekitar 200 orang yang mengerumuni warungnya saat dia hendak membuka lapak pada Kamis malam.
"Yang informasi saja, ada dua ratusan orang, datang malam itu," kata Andi.
Akibat kerusuhan tersebut, Andi langsung bersembunyi ke dalam warungnya dan menguncinya dari dalam. Namun ternyata hal itu justru membahayakan nyawanya dan sejumlah karyawan lainnya.
Saat Andi mengunci dari dalam, sejumlah penyulit api berupa bom molotov dan bahan lainnya justru dilemparkan ke arah warungnya. "Kita langsung lari, langsung lompat dari belakang, kita kesana kan, ya kemungkinan nyari orang-orang tersebut," ujarnya.
Andi yang berusaha mencari persembunyian justru mengalami luka di kakinya akibat tersayat potongan baja ringan yang terpatri di warungnya. Dia kembali mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri di dalam Kantor BPSDM Kementerian Dalam Negeri.
"Ini gara-gara lompat, saya nyangkut di kawat berduri yang dipasang sama pihak Kemendagri, karena memang semua dibatasi pakai itu, ya kalau nggak nyangkut, nggak mungkin begini," terangnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































