Menuju konten utama

Update Perang Iran Hari Ini: Teheran Hingga Haifa Digempur Rudal

Serangan berbalas perang Iran vs Amerika Serikat-Israel terjadi hari ini. Sebuah universitas di Iran jadi target. Sementara Iran menyasar Haifa di Israel

Update Perang Iran Hari Ini: Teheran Hingga Haifa Digempur Rudal
Asap mengepul setelah dilaporkan terjadi serangan terhadap tangki bahan bakar Shahran di Teheran, Iran, 8 Maret. Majid Asgaripour/WANA

tirto.id - Perang Iran hari ini, Senin (6/4/2026) masih diwarnai dengan aksi saling serang antara Iran dan AS-Israel. Israel menargetkan serangan di ibu kota Teheran, sedangkan Iran juga membalas serangan dengan menggempur Haifa dengan rudal.

Di Teheran, ledakan terjadi sepanjang malam, disertai suara jet tempur yang terbang rendah selama berjam-jam. Salah satu serangan menghantam area Sharif University of Technology hingga memicu kepulan asap hitam tebal di sekitar Lapangan Azadi.

Selain itu, serangan juga mengenai kawasan permukiman di beberapa kota seperti Eslamshahr dan Qom. Aksi ini menewaskan puluhan warga sipil, termasuk korban di dalam rumah mereka sendiri.

Menurut Al Jazeera (6/4/2026), serangan AS-Israel ke Iran telah menewaskan sebanyak 34 orang, termasuk enam di antaranya adalah anak-anak.

Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel, termasuk kota Haifa. Akibat serangan tersebut, setidaknya dua orang dilaporkan tewas, lalu dua lainnya masih hilang dan diduga terjebak di bawah reruntuhan dalam kondisi kritis. Tim pencarian dan penyelamatan masih terus bekerja di lokasi untuk menemukan korban yang tertimbun.

Selain Haifa, serangan juga menyasar wilayah lain, termasuk bagian tengah Israel seperti Tel Aviv. Serangan-serangan ini tidak hanya terjadi sekali, namun berlangsung berulang kali. Alhasil warga sipil terus-menerus harus berlari ke tempat perlindungan atau bunker.

Serangan balasan Iran juga meluas ke negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab. Kedua negara terpaksa mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegat rudal dan drone.

Anggota Kongres AS Kecam Penyerangan ke Universitas di Iran

Serangan terbaru AS-Israel yang semakin meluas, telah menargetkan institusi sipil di Teheran. Dalam hal ini khususnya lingkungan Sharif University of Technology.

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa sebuah masjid di area kampus mengalami kerusakan akibat serangan udara. Namun menurut rektor universitas, Masoud Tajrishi, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu bangunan. Kehancuran ditemukan pula pada gedung lain di dalam kompleks kampus.

Dalam sebuah video yang beredar, Tajrishi terlihat berdiri di dekat puing-puing bangunan yang hancur. Ia memperlihatkan secara langsung tingkat kerusakan yang terjadi di lokasi tersebut.

Seorang anggota Kongres Amerika Serikat, Yassamin Ansari, melontarkan kritik keras terhadap dugaan pengeboman Sharif University of Technology di Teheran. Ansari, yang memiliki keturunan Iran, menyoroti pentingnya universitas tersebut.

“Universitas Sharif adalah MIT-nya Iran. Mereka telah menghasilkan sejumlah besar insinyur yang kemudian berkarier di Silicon Valley dan mendirikan beberapa perusahaan teknologi Amerika yang paling sukses. Mengapa kita membom sebuah universitas di kota berpenduduk 10 juta jiwa?” ucapnya di akun X @yassaminansari.

Selain Ansari, Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref juga mengeluarkan pernyataan kecaman keras terhadap dugaan serangan Amerika Serikat yang menggunakan bom penghancur bunker untuk menargetkan Sharif University of Technology di Teheran.

“Serangan bom penghancur bunker di Universitas Sharif adalah simbol kegilaan dan ketidaktahuan Trump,” kata Aref dalam sebuah unggahan di X.

“Dia [Trump] gagal memahami bahwa pengetahuan Iran tidak tertanam dalam beton untuk dihancurkan oleh bom; benteng sejati adalah kemauan para profesor dan elite kita. Tidak ada kebiadaban dalam sejarah yang pernah mampu merampas ilmu pengetahuan dari rakyat Iran. Ilmu pengetahuan berakar dalam jiwa kita, dan benteng ini tidak akan runtuh.” tegasnya.

Presiden AS Donald Trump sendiri memberi waktu pada Iran sampai hari ini untuk membuka Selat Hormuz. Karena jika tidak, maka pada Selasa (7/4/2026), AS akan melancarkan serangan yang menargetkan fasilitas sipil lain yakni listrik dan jembatan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar