tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, berada di Jakarta dan sekitarnya. Kabar ini berdasarkan informasi terakhir yang didapatkan.
Hingga saat ini, KPK masih mencari keberadaan Silmy yang sempat menjabat sebagai Dirjen Imigrasi. Pencarian Silmy terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kantor imigrasi (kanim) Jakbar pada kasus dugaan korupsi pada pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.
"Informasi terakhir yang kami dapatkan, keberadaan SK (Silmy Karim) ada di Jakarta dan sekitarnya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
KPK mengimbau kepada Silmy kooperatif dan memintanya untuk menyerahkan diri agar dapat membantu proses penanganan perkara ini.
"Oleh karena itu, kami juga mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif ya, barangkali bisa menyerahkan diri ke KPK sehingga bisa membantu proses penanganan perkara ini," ujar Budi.
Kata Budi, keterlibatan Silmy dalam kasus ini, diduga terjadi dalam kapasitasnya sebagai Dirjen Imigrasi 2023-2024.
KPK Sudah Tangkap 17 Orang
Dalam OTT kanim Jakbar ini, KPK telah menangkap 17 orang yang hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk ditentukan status hukumnya.
Salah satu pihak yang ditangkap adalah mantan Plt Dirjen Imigrasi, Saffar Muhammad Godam. KPK juga menangkap Kepala Imigrasi Jawa Barat. Dia menjelaskan, dari 17 orang tersebut, dua orang swasta ditangkap di Bali dan Kepala Imigrasi Jawa Barat ditangkap di wilayah Jawa Barat. Sementara, 14 orang lainnya ditangkap di Jakarta.
Budi juga menjelaskan bahwa sejumlah pihak swasta yang ditangkap diduga menjadi perantara dalam pengurusan dokumen keimigrasian para WNA.
OTT ini awalnya dilakukan di Jakarta Barat. KPK menangkap Kepala Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Aman Abdullah, yang termasuk dalam 17 orang yang ditangkap.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































