Menuju konten utama

Update Karhutla per 5 September di Sejumlah Wilayah Indonesia

BNPB memperbarui penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Terkini, kebakaran terjadi di Belitung Timur, Bangka Belitung, berdampak 17,81 hektare.

Update Karhutla per 5 September di Sejumlah Wilayah Indonesia
Tim BPBD Kabupaten Bulungan berupaya memadamkan api yang membakar lahan di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis (3/9). foto/ BPBD Kabupaten Bulungan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Sabtu (5/9/2026). Terkini, kejadian karhutla terjadi di Belitung Timur, Bangka Belitung, Jumat (4/9/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan berujar, karhutla di Belitung Timur berdampak pada 17,81 hektare lahan.

"Wilayah terdampak meliputi Desa Buding di Kecamatan Kelapa Kampit, Desa Padang di Kecamatan Manggar serta Desa Sukamandi di Kecamatan Damar. Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (5/9/2026).

Kata dia, karhutla juga terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (03/09/2026) malam. Kebakaran berdampak pada sekitar 8,5 hektare lahan yang tersebar di Desa Air Putih, Sungai Daeng, Desa Air Belo, dan Tanjung, Muntok.

Berton berujar, tim badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan pemadam kebakaran melakukan penanganan di lokasi. Api di sana telah berhasil dipadamkan.

Kemudian, di Bulungan, Kalimantan Utara, karhutla terjadi pada Kamis pukul 08.10 WITA.

"Kebakaran berdampak pada sekitar 9 hektare lahan, meliputi Mangkupadi di Tanjung Palas Timur seluas sekitar delapan hektare dan Tanjung Selor Timur di Tanjung Selor seluas sekitar satu hektare," tuturnya.

Menurut dia, tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan. Jumat kemarin, api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan area untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.

Sementara itu, karhutla di Ponorogo, Jawa Timur, berdampak pada sekitar empat hektare lahan di RPH Bungkal BKPH Ponorogo Timur KPH Lawu DS, Desa Gunung Wari, Kecamatan Bungkal. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman.

Tim gabungan bersama Perhutani disebut melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perluasan api. Pada Jumat, api di sana berhasil dipadamkan.

Lalu, di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi pada Kamis di kawasan Hutan Gunung Kendeng. Berdasar data terbaru, luas lahan terdampak sekitar 13 hektare. Api masih dalam penanganan serta belum sepenuhnya padam.

Berton menyebutkan, kondisi medan dan akses menuju lokasi menjadi salah satu tantangan penanganan. Sementara, arah penjalaran api perlu terus dipantau untuk mengantisipasi meluas ke kawasan gunung maupun mendekati permukiman.

"Data laporan mencatat lokasi berada di Desa Malotong, Kecamatan Ampana serta Desa Sukamaju dan Desa Balingara di Kecamatan Ampana Tete," tuturnya.

Prioritas Karhutla di 6 Provinsi

Ia menyebutkan, selain kejadian karhutla baru, BNPB memberikan perhatian khusus terhadap enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Karhutla di lahan gambut Muaro Jambi meluas

Foto udara asap membubung di lahan gambut yang terbakar di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (3/9/2026). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj.

Di Riau, luas lahan terbakar sejak 1 Januari-4 September 2026 tercatat sekitar 18.882,16 hektare. Wilayah terdampak mencakup 10 kabupaten dan dua kota. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kata Berton, BNPB saat ini memberikan dukungan berupa satu helikopter patroli udara, satu pesawat patroli udara dan OMC serta lima helikopter water bombing.

Operasi udara di Riau disebut terus diarahkan berdasar hasil patroli udara dan temuan fire spot. Pada 3 September 2026, dukungan udara BNPB melaksanakan patroli dan water bombing di sejumlah lokasi prioritas.

"Salah satu penanganan darat dilakukan di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, serta Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sejumlah titik masih memerlukan pemadaman dan pendinginan, terutama pada kawasan bergambut," ucapnya.

Sementara itu, di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasar pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare. Pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang-sangat tidak sehat dengan jarak pandang kurang dari atau sama dengan 7 kilometer.

"Wilayah prioritas pemetaan penanganan di Sumatera Selatan meliputi Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin dengan kategori prioritas tinggi, disusul Muara Enim, OKU Timur, Ogan Ilir, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara," ucap Berton.

"BNPB juga telah memberikan dukungan berupa kendaraan pemadam, pompa, sepatu dan alat pelindung diri, flexible tank serta selang pemadam," lanjutnya.

Ia menyatakan, di Jambi, karhutla juga masih menjadi perhatian dalam penanganan prioritas. Jambi menetapkan status Siaga Darurat karhutla sejak 27 April-30 November 2026, sementara Tanjung Jabung Timur juga memiliki status siaga darurat terkait karhutla.

Pemantauan hotspot pada 3 September 2026 menunjukkan Jambi menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas yang perlu diwaspada dengan 266 titik panas berdasarkan pantauan satelit BMKG.

Berton melanjutkan, di Kalimantan Tengah, penanganan karhutla menjadi prioritas dengan status Siaga Darurat yang berlaku di tingkat provinsi hingga 31 Oktober 2026.

Sejumlah wilayah kabupaten/kota juga memiliki status penanganan karhutla, antara lain Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara, Barito Timur, Seruyan, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Lamandau, Barito Utara, Gunung Mas dan Barito Selatan.

"Sementara itu, Kalimantan Selatan juga masih menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla. Pemerintah daerah menetapkan status Siaga Darurat untuk karhutla dan kekeringan sejak 6 Juli-31 Oktober 2026. Status penanganan juga berlaku di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar," urainya.

Berton menambahkan, di Kalimantan Barat, penanganan karhutla juga terus diperkuat. Status Siaga Darurat karhutla tingkat provinsi berlaku sejak 2 Februari-15 November 2026.

Saat ini, terdapat status tanggap darurat karhutla di tingkat provinsi hingga 6 September 2026. Penanganan juga mencakup sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, Sintang, Ketapang dan Landak.

'BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah yang berada pada kondisi mudah hingga sangat mudah terbakar," tuturnya.

"Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran," sambung Berton.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dipna Videlia Putsanra