tirto.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan. Sopir dan belasan penumpang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka.
Keempat kendaraan yang terlibat adalah Mitsubishi Triton nomor polisi 8136 CI, bus ALS nomor polisi BK 7672 UA, bus DAMRI nomor polisi BG 8136 CI, dan Toyota Avanza nomor polisi B 2029 CY. Kecelakaan terjadi di KM 9+700 A di Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Ogan Ilir, Sabtu (5/9/2026) pukul 05.30 WIB.
Kecelaaan bermula saat Mitsubishi Triton melaju dari arah Palembang menuju Indralaya. Setiba di lajur cepat, kendaraan itu mengurangi kecepatan karena jarak pandang hanya 2 meter akibat kabut asap.
Di belakang, bus ALS rute Medan-Malang melaju dari arah yang sama dan diduga kurang fokus hingga menabrak bagian belakang Mitsubishi Triton. Sopir dan penumpang bus keluar untuk melihat situasi.
Tak lama kemudian, bus DAMRI rute Palembang-Prabumulih yang melaju kencang menabrak bus ALS disusul Toyota Avanza menabrak bagian belakang bus DAMRI. Bus DAMRI itu mengalami ringsek berat di bagian depan dan bus ALS ringsek di bagian belakang.
Sopir bus DAMRI dan belasan penumpang mengalami luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan. Sementara mobil yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke Mapolres Ogan Ilir.
"Benar, terjadi kecelakaan tadi pagi. Kami masih lakukan penyelidikan," ungkap Kasatlantas Polres Ogan Ilir Iptu Dede Supria Yopi, Sabtu (5/9/2026).
Dari keterangan sementara, kecelakaan diduga dipicu kabut asap karhutla yang terbatas sehingga menyulitkan pengemudi melihat kondisi di jalanan. Namun informasi itu masih didalami polisi, termasuk petunjuk lain dari lapangan.
"Masih lidik, nanti kami sampaikan secara rilis resmi," kata Dede.
Sementara itu, pengemudi bus ALS, Hartono, mengaku sengaja melaju di lajur lambat karena jalanan dipenuhi asap pekat. Dia tidak mengetahui ada kendaraan di depannya sehingga terjadi tabrakan.
"Kami turun melihat keadaan. Dan tiba-tiba mobil kami ditabrak DAMRI di belakang," kata Hartono.
Penulis: Irwanto
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































