tirto.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyebut belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat. Kadispenad TNI, Brigjen Wahyu Yudhayana, mengatakan bahwa TNI saat ini tidak berfokus mencari tersangka, melainkan tengah mengumpulkan data dan fakta untuk mengidentifikasi penyebab ledakan tersebut.
"Perlu saya jelaskan bahwa tim investigasi yang dibentuk oleh TNI tidak secara langsung bertugas untuk mencari tersangka, melainkan lebih berfokus pada pengumpulan data dan fakta di lapangan serta mengidentifikasi penyebab terjadinya insiden tersebut," kata Wahyu kepada Tirto, Jumat (23/5/2025).
Wahyu menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 saksi dari warga sekitar lokasi ledakan dan 25 saksi dari unsur TNI. Selain itu, tim investigasi masih melakukan analisis terhadap hasil uji dari berbagai unsur serta mendalami keterangan para saksi.
"Saat ini, tim masih melakukan analisis mendalam terhadap hasil uji dari berbagai unsur serta keterangan yang diberikan oleh para saksi," pungkasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (17/5/2025), tim investigasi TNI telah selesai melakukan investigasi di lapangan dan kembali ke Jakarta.
Ledakan amunisi tersebut terjadi ketika Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD sedang memusnahkan amunisi kedaluwarsa di kawasan pantai Sagara, Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025). Pelaksanaan pemusnahan amunisi yang tidak layak pakai itu telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia, yaitu 4 orang dari TNI dan 9 orang warga sipil.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































